OPINI

OPINI - Rasisme Merusak Tatanan Sosial

Rasisme muncul dikarenakan sifat sombong, egois dan memandang sebelah mata suatu kelompok lain.

OPINI - Rasisme Merusak Tatanan Sosial
tribun timur
Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar 

Oleh:
Muhammad Rifai
Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar

Rasisme kembali menjadi isu yang popular di Indonesia ahir-ahir ini.

Dampak dari rasisme membuat seluruh Indonesia kembali bergejolak khususnya didaerah timur Indonesia yang memaksa pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada saudara-saudara kita di sebelah timur Indonesia.

Rasisme dalam pandangan kesehatan dapat mempengaruhi sifat serta mental dan kepribadian seseorang.

Sebut saja Mario Balotelli yang sering mendapat perlakuan rasis dari para supporter.

Sikap rasis membuat Balotellli selama berkostum Mancester City sempat mengungkapkan kekecewaanya dengan ungkapan Why Always Me yang ditulis pada pakaian pelapis serta ditunjukkan setelah mencetak gol sebagai bentuk selebrasi dan perlawanan terhadap rasisme.

Pengaruh rasisme yang melanda Indonesia sejatinya juga dipengaruhi oleh sifat egoisme serta sikap meremehkan pihak lain yang dianggap lebih rendah kedudukannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rasis atau rasisme adalah sikap prasangka berdasarkan keturunan bangsa, perlakuan yang berat sebelah terhadap (suku) bangsa yang berbeda-beda, paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul.

Baca: Pengadilan Negeri Pangkajene Sudah Sidangkan Keberatan Nilai Ganti Rugi Kereta Api

Sikap rasisme sendiri merupakan perlakuan yang membedakan warna kulit, ras, suku, budaya, bahasa serta daerah bahkan agama.

Sikap rasis sejatinya dimiliki setiap manusia sebagaimana sifat egoisme itu sendiri, sifat rasis dapat dipengaruhi oleh lingkungan serta teman bergaul yang biasa bertindak rasis.

Halaman
123
Editor: Aldy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved