KRONOLOGI Siswi Baru SMK Dikeroyok karena Dituduh Pelakor, Direkam dan Viral di WhatsApp (WA)

KRONOLOGI Siswi Baru SMK Dikeroyok karena Dituduh Pelakor, Direkam dan Viral di WhatsApp (WA)

KRONOLOGI Siswi Baru SMK Dikeroyok karena Dituduh Pelakor, Direkam dan Viral di WhatsApp (WA)
Youtube
ilustrasi 

KRONOLOGI Siswi Baru SMK Dikeroyok karena Dituduh Pelakor, Direkam dan Viral di WhatsApp (WA)

TRIBUN-TIMUR.COM - Video pengeroyokan GL (16) siswi baru SMK Teknologi Nasional, Bekasi Timur viral di media sosial WhatsApp beberapa hari terakhir. 

 Siswi SMK ini dikeroyok tiga orang seniornya pada Rabu, (14/8/2019) sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah taman dekat Polder Perumahan Danita di Jalan Irigasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Mereka adalah D, alumni sekolah tempat korban menuntut ilmu, A kakak kelas satu tingkat di atas korban dan satu pelaku lagi yakni P, berasal dari luar yang tidak memiliki kaitan dengan sekolah.

GL saat dijumpai dikediamannya di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Harapan Baru, RT01/04, Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi, menuturkan, aksi ini dipicu lantaran dia dituduh telah merebut kekasih atau suami dari pelaku D alias pelakor.

Baca: 10 Pengakuan Biduan Cantik Vina, Pemeran Wanita di Video Vina Garut yang Viral

Suami atau kekasih D kata GL beberapa waktu lalu sempat berusaha mendekati dan meminta nomor telepon melalui media sosial facebook.

Hal ini rupanya diketahui pelaku D hingga membuat dia murka hingga terjadi aksi pengeroyokan.

"Cowoknya (pelaku D) minta nomor WA (whatsapp) saya, tapi saya enggak kasi, tapi ceweknya marah saya dituduh merusah rumah tangga orang," kata GL dikediamannya, Rabu (21/8/2019).

GL sebelum aksi pengeroyokan sempat beberapa kali dihubungi pelaku D, dia diminta untuk bertemu untuk membahas masalah tuduhan perusak rumah tangga.

Namun karena korban merasa tidak bersalah dan tidak meladenin apa yang hendak diminta kekasih D, ia tidak pernah menggubris ajakan itu.

"Saya enggak tahu, orang cowoknya minta nomor WA aja enggak saya ladenin, enggak pernah tahu saya dia udah nikah apa cuma pacaran,' jelas GL.

Sampai akhirnya, D bersekongkol dengan pelaku lain untuk merencanakan aksi pengeroyokan.

Ketika itu, korban diajak oleh seorang teman kelasnya ke sebuah warung, dari situ dia langsung ditemui oleh ketiga pelaku dan dibawa ke sebuah taman.

Seketika ketiga pelaku langsung menganiaya GL dengan cara dijambak, dicekik hingga didorong.

Setelah itu, dari rekaman video terlihat korban duduk disebuah teras taman dan tiga orang pelaku menganiaya secara bergantian.

GL ditendang dibagian bahu sebelah kiri, lalu dipukul menggunakan sendal secara bertubi-tubi dan ditampar pada bagian pipi. Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan GL yang tidak berdaya dan menangis sambil tertunduk ketika senior mengeroyoknya.

"Saya enggak berani ngelawan waktu itu, yang mukulin tiga orang tapi banyak teman-teman mereka pada liatin aja," ungkap dia.

Lapor Polisi

Ali Sadikin (44) ayah GL mengaku baru mengetahui anaknya jadi korban pengeroyokan usai melihat video yang tersebar di aplikasi whatsapp.

Sebab, setelah kejadian sampai orangtunya tahu, korban lebih memilih diam dan menutup diri tanpa berbicara perihal masalah yang tengah dialami.

"Saya baru tahu pas hari Senin (19/8/2019), dari tetangga kasi tahu video anak saya lagi dipukulin," kata Ali saat ditemui dikediamannya di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Harapan Baru, RT01/04, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (21/8/2019).

Usai mengetahui video aksi pengeroyokan terhadap anaknya, Ali lantas menanyakan langsung ke GL dan ke pihak sekolah. Namun ketika itu sekolah menyarankan agar melapor ke polisi.

Keesokan harinya, Ali langsung membawa GL ke Polres Metro Bekasi Kota beserta barang bukti video aksi pengeroyokan.

Korban hari itu juga langsung dilakukan visum di RSUD Kota Bekasi guna memperkuat alat bukti.

Trauma dan Tertekan

GL masih merasa takut dan trauma usai jadi korban pengeroyokan oknum seniornya.

Dia bahkan sering mengigau dan cenderung mengurung diri di dalam kamar.

Dara cantik anak ketiga dari tiga orang bersaudara pasangan suami istri Ali Sadikin dan Eko Susanti ini sempat mengurung diri di dalam kamar saat wartawan datang menjumpai kediamannya pada Rabu, (21/8/2019).

Namun, ia akhrinya mau keluar kamar dan bercerita terkait pengalaman pahit mejadi korban pengeroyokan.

GL mengaku sampai saat ini dia masih merasa takut dan enggan kemabali ke sekolah.

Setelah kejadian itu, ia sempat masuk sekolah selama satu hari pada Jumat, (16/8/2019), tapi korban justru merasa tertekan dan trauma sehingga memilih untuk tidak sekolah sampai hari ini.

"Waktu masuk sekolah (setelah kejadian) diikutin terus sama si A (pelaku) dia kakak kelas, diliatin gitu enggak ngancem si cuma saya takut," kata GL.

Ia saat itu juga belum melaporkan kejadian pengeroyokan kepada pihak guru maupun orangtuanya. Karena merasa tiak aman, GL malah tidak mau masuk ke sekolah dengan alasan sakit.

"Sering kepikiran, takut diluar diincar lagi, belum berani keluar makanya," ungkapnya.

Luka fisik akibat pengeroyokan sejauh ini sudah berangsur pulih, ketika ditanya apakah masih mau lanjut bersekolah ditempatnya saat ini, GL mengaku belum tahu sama sekali meski banyak teman kelas membujuk agar dia kembali masuk sekolah.

"Enggak tau dah (pindah sekolah), banyak (teman) yang nyuruh masuk juga, tapi masih takut, udah enggak sakit si cuma traumanya aja suka nyesek," jelas dia.

Sementara itu, Ali Sadikin orangtua GL mengatakan, anaknya setelah kejadian pengeroyokan memang cendrung lebih murung. Dia juga beberapa hari terakhir mengurung diri di dalam kamar. Bahkan, ketika tidur, anaknya kerap mengigau.

"Jadi sering ngigau, teriak-teriak gitu kaya orang nangis," ucapnya.

Pelaku Datang ke Rumah

 Pelaku pengeroyok (16) sempat datang ke rumah korban untuk meminta maaaf.

Ali mengatakan, pada Selasa (20/8/2019) malam, pelaku sempat datang ke rumahnya di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Harapan Baru, RT01/04, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

"Pelakunya udah datang ke rumah malem-malem, sama orangtuanya minta maaf, cuma pas kita bilang kita udah lapor polisi dia kaya nantangin, langsung pergi," kata Ali.

Adapun orangtua korban membuat laporan ke Polres Metro Bekasi Kota pada, Senin (19/8/2019) siang. Ali melaporkan tiga orang pelaku yakni D, A dan P atas tuduhan penganiyaan terhadap anak di bawah umur.

"Saya bukannya enggak mau maafin, sekarang dia datang terlambat saya udah buat laporan, saya serahin semua ke polisi," ujar dia.

Ali berharap kasus ini dapat segera tuntas, ia menyerahkan segala keputusan tindakan hukum kepada pihak kepolisian.

Adapun kerugian yang diderita bukan hanya luka fisik yang diderita GL, lebih dari itu dia khawatir putri ketiganya ini mengalami trauma dan tidak mau sekolah.

"Abis dari kejadian itu, sampai sekarang dia (GL) belum mau sekolah, wali kelasnya tadi udah kamari, bujuk supaya mau sekolah soalnya mau UTS (ujian tengah semester)," ujarnya.

Sosok GL

GL (16) yang menjadi korban pengeroyokan oknum seniornya dikenal pendiam dan tidak pernah berbuat onar.

Saking pendiamnya, usai kejadian korban tidak pernah mengadu kepada kedua orangtua.

Eko Susanti ibunda GL mengatakan, anak boantot dari tiga orang bersaudara ini memang sosok yang irit bicara. Apalagi ketika untuk urusan masalah, dia sama sekali tidak pernah cerita kepada keluarga.

"Anaknya emang pendiam dia, enggak pernah mau cerita kalau ada apa-apa, di rumah juga dia enggak pernah kemana-mana pulang sekolah ya di rumah aja jarang keluar," kata Eko saat dijumpai dikediamannya, di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Rabu (21/8/2019).

GL selama ini juga tidak pernah berbuat onar apalagi sampai terlibat perkelahian, setiap hari berangkat dan pulang sekolah dia selalu dijemput ayahnya menggunakan sepeda motor.

"Baru kali ini sampai dipukulin kaya gini, sebelumnya baik-baik aja dari jaman SMP, masuk sekolah di SMK dia kelas 10, baru sekitar dua bulan," ungkapnya.

Sementara itu, Ali Sadikin, ayah GL mengungkapkan, anak gadisnya memang sosok pendiam. Dia bahkan baru mengetahui kejadian pengeroyokan dari seorang tetangga yang mendapat rekaman video.

"Abis kejadian dia enggak pernah mau cerita, pulang kerumah masuk kamar, pas ditanya enggak mau cerita kenapa enggak mau sekolah sampai akhirnya saya dikasi liat video (pengeroyokan)," jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Siswi SMK Korba Pengeroyokan di Bekasi Dikenal Pendiam dan Tidak Pernah Buat Onar

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved