KRONOLOGI Siswi Baru SMK Dikeroyok karena Dituduh Pelakor, Direkam dan Viral di WhatsApp (WA)

KRONOLOGI Siswi Baru SMK Dikeroyok karena Dituduh Pelakor, Direkam dan Viral di WhatsApp (WA)

KRONOLOGI Siswi Baru SMK Dikeroyok karena Dituduh Pelakor, Direkam dan Viral di WhatsApp (WA)
Youtube
ilustrasi 

Setelah kejadian itu, ia sempat masuk sekolah selama satu hari pada Jumat, (16/8/2019), tapi korban justru merasa tertekan dan trauma sehingga memilih untuk tidak sekolah sampai hari ini.

"Waktu masuk sekolah (setelah kejadian) diikutin terus sama si A (pelaku) dia kakak kelas, diliatin gitu enggak ngancem si cuma saya takut," kata GL.

Ia saat itu juga belum melaporkan kejadian pengeroyokan kepada pihak guru maupun orangtuanya. Karena merasa tiak aman, GL malah tidak mau masuk ke sekolah dengan alasan sakit.

"Sering kepikiran, takut diluar diincar lagi, belum berani keluar makanya," ungkapnya.

Luka fisik akibat pengeroyokan sejauh ini sudah berangsur pulih, ketika ditanya apakah masih mau lanjut bersekolah ditempatnya saat ini, GL mengaku belum tahu sama sekali meski banyak teman kelas membujuk agar dia kembali masuk sekolah.

"Enggak tau dah (pindah sekolah), banyak (teman) yang nyuruh masuk juga, tapi masih takut, udah enggak sakit si cuma traumanya aja suka nyesek," jelas dia.

Sementara itu, Ali Sadikin orangtua GL mengatakan, anaknya setelah kejadian pengeroyokan memang cendrung lebih murung. Dia juga beberapa hari terakhir mengurung diri di dalam kamar. Bahkan, ketika tidur, anaknya kerap mengigau.

"Jadi sering ngigau, teriak-teriak gitu kaya orang nangis," ucapnya.

Pelaku Datang ke Rumah

 Pelaku pengeroyok (16) sempat datang ke rumah korban untuk meminta maaaf.

Ali mengatakan, pada Selasa (20/8/2019) malam, pelaku sempat datang ke rumahnya di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Harapan Baru, RT01/04, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

"Pelakunya udah datang ke rumah malem-malem, sama orangtuanya minta maaf, cuma pas kita bilang kita udah lapor polisi dia kaya nantangin, langsung pergi," kata Ali.

Adapun orangtua korban membuat laporan ke Polres Metro Bekasi Kota pada, Senin (19/8/2019) siang. Ali melaporkan tiga orang pelaku yakni D, A dan P atas tuduhan penganiyaan terhadap anak di bawah umur.

"Saya bukannya enggak mau maafin, sekarang dia datang terlambat saya udah buat laporan, saya serahin semua ke polisi," ujar dia.

Ali berharap kasus ini dapat segera tuntas, ia menyerahkan segala keputusan tindakan hukum kepada pihak kepolisian.

Adapun kerugian yang diderita bukan hanya luka fisik yang diderita GL, lebih dari itu dia khawatir putri ketiganya ini mengalami trauma dan tidak mau sekolah.

"Abis dari kejadian itu, sampai sekarang dia (GL) belum mau sekolah, wali kelasnya tadi udah kamari, bujuk supaya mau sekolah soalnya mau UTS (ujian tengah semester)," ujarnya.

Sosok GL

GL (16) yang menjadi korban pengeroyokan oknum seniornya dikenal pendiam dan tidak pernah berbuat onar.

Saking pendiamnya, usai kejadian korban tidak pernah mengadu kepada kedua orangtua.

Eko Susanti ibunda GL mengatakan, anak boantot dari tiga orang bersaudara ini memang sosok yang irit bicara. Apalagi ketika untuk urusan masalah, dia sama sekali tidak pernah cerita kepada keluarga.

"Anaknya emang pendiam dia, enggak pernah mau cerita kalau ada apa-apa, di rumah juga dia enggak pernah kemana-mana pulang sekolah ya di rumah aja jarang keluar," kata Eko saat dijumpai dikediamannya, di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Rabu (21/8/2019).

GL selama ini juga tidak pernah berbuat onar apalagi sampai terlibat perkelahian, setiap hari berangkat dan pulang sekolah dia selalu dijemput ayahnya menggunakan sepeda motor.

"Baru kali ini sampai dipukulin kaya gini, sebelumnya baik-baik aja dari jaman SMP, masuk sekolah di SMK dia kelas 10, baru sekitar dua bulan," ungkapnya.

Sementara itu, Ali Sadikin, ayah GL mengungkapkan, anak gadisnya memang sosok pendiam. Dia bahkan baru mengetahui kejadian pengeroyokan dari seorang tetangga yang mendapat rekaman video.

"Abis kejadian dia enggak pernah mau cerita, pulang kerumah masuk kamar, pas ditanya enggak mau cerita kenapa enggak mau sekolah sampai akhirnya saya dikasi liat video (pengeroyokan)," jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Siswi SMK Korba Pengeroyokan di Bekasi Dikenal Pendiam dan Tidak Pernah Buat Onar

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved