Aktivis Papua: Hanya Gus Dur yang Mengerti Papua

Aktivis Papua, Filep Karma mengatakan perlakuan rasis terhadap orang Papua yang masuk dalam ras melanesia dilakukan secara merata

Aktivis Papua: Hanya Gus Dur yang Mengerti Papua
youtube.com/Najwa Shihab
Mata Najwa, Reaksi Najwa Shihab Dengar Pernyataan Gubernur Papua Sampai Ulangi Ucapan Lukas Enembe 

TRIBUN-TIMUR.COM - Program Talkshow Mata Najwa di Trans 7 tadi  malam berlangsung seru.

Host Mata Najwa, Najwa Shihab mengangkat tema yang sedang booming, Papua.

Baca: VIDEO: Pelajar Manokwari Papua Barat Nyanyi Bareng di Pantai Lombang-lombang Mamuju

Baca: Dari Mamuju Sulbar, 20 Anak-anak Manokwari Kirim Pesan untuk Mama Papa di Papua

Baca: Hotel Alexander Manokwari Tak Jadi Dirusak Massa karena Ditempati Menginap Pelajar Sulbar

Aktivis Papua, Filep Karma mengatakan perlakuan rasis terhadap orang Papua yang masuk dalam ras Melanesia dilakukan secara merata oleh orang Melayu.

“Saya kira hanya Almarhum Gus Dur, orang yang bisa mengerti apa yang bangsa Papua inginkan. Beliau yang mengembalikan identitas kami sebagai bangsa Papua. Memberikan dialog. Dulu LIPI sudah bikin peta jalan, tapi tidak direspon oleh pemerintah dulu.

Dialog yang dirumuskan LIPI ditakuti oleh pemerintah pusat,” kata Filep.

Lenis Kogoya, Stafsus Presiden Kelompok Kerja Papua mengatakan Jokowi sudah mencoba memberikan yang terbaik kepada Papua, salah satunya melalui pembangunan.

Soal pembangunan ini, Sekjen Federasi Kontras Andy Junaedi mengatakan orang Papua tidak butuh pembangunan infrastruktur.

“Pelanggaran HAM berat seringkali terjadi di Papua yang tidak pernah terselesaikan. Orang Papua butuh ilmu, bukan senjata,” kata Andy.

Hal senada juga dikatakan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe.

“Orang Papua bukan butuh pembangunan, tapi butuh kehidupan,” ujarnya.

Baca: BPOM Mamuju Sita 2806 Pieces Kosmetik Berbahaya

Baca: VIDEO: Kondisi Lima Penumpang Avanza yang Tabrak Truk Molen di Garessi Barru

Baca: Kades Taring Gowa Diduga Sunat Gaji Kepala Dusun

Halaman
123
Penulis: Imam Wahyudi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved