Mamasa Tidak Dapat Pajak Dari PLN Bakaru, Ini Alasannya

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Arjon Sumitro, saat dikonfirmasi selasa (20/8/2019) pagi.

Mamasa Tidak Dapat Pajak Dari PLN Bakaru, Ini Alasannya
Semuel/tribunmamasa.com
Kepala Bidang Pendapatan, BPKD Arjon Sumitro 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tidak lagi mendapat pajak dari PT. PLN Bakaru, Pinrang, Sulawesi Selatan, terkait penggunaan air permukaan sungai Mamasa.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Arjon Sumitro, saat dikonfirmasi selasa (20/8/2019) pagi.

23 Pelajar Asal Sulbar yang Ikut SMN di Manokwari Tiba di Mamuju

Video Viral di WhatsApp Polisi Bertengkar dengan Anggota TNI Saat Upacara HUT RI, Terungkap Faktanya

Firza Andika Latihan Perdana, Klok Tak Tampak Sore Ini

Kenali Gejala Pneumonia, Penyakit yang Diderita Pelatih Juventus Maurizio Sarri, Patut Diwaspadai!

VIDEO: Operasi Sadar Pajak UPT Samsat Toraja Utara

Seperti diketahui, aliran sungai Mamasa digunakan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebagai pembangkit listrik.

Menurut Arjon, sebelum Sulbar memisahkan diri dari Sulsel, Mamasa masih mendapat pajak bagi hasil dari Sulawesi Selatan.

Namun, setelah Sulbar berdiri sendiri menjadi sebua provinsi, maka pajak bagi hasil PLN Bakaru dari Sulsel, tidak lagi didapat oleh Mamasa.

"Yang berikan pajak bagi hasil ini kan dari Provinsi, tapi kita sudah bukan bagian dari Sulses, makanya kita sudah tidak dapat," kata Arjon.

Hal itu kata dia, berdasarkan UU Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Undang-undang (UU) nomor 28 tahun 2009 merupakan turunan dari UU nomor 34 tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Kepala Bidang Pendapatan, BPKD Arjon Sumitro
Kepala Bidang Pendapatan, BPKD Arjon Sumitro (Semuel/tribunmamasa.com)

Arjon menyebutkan, sehubungan dengan pajak bagi hasil itu, pemerintah Provinsi Sulbar telah melakukan komunikasi, namun kata dia, pihak Sulsel tidak begitu merespon.

Alasannya karena pihak Bakaru hanya menggunakan air permukaan aliran sungai Mamasa yang mengalir ke wilayah Sulawesi Selatan.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved