TRIBUNWIKI: Ini Profil Sutradara Film Gundala, Joko Anwar

Pada hari Minggu (18/8/2019), dari akun twitter Joko Anwar, ia resmi merilis sejumlah tokoh pahlawan fiksi Indonesia pada jagat sinema yang dibuatnya.

TRIBUNWIKI: Ini Profil Sutradara Film Gundala, Joko Anwar
@jokoanwar
Jokoanwar 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Film Gundala arahan sutradara ternama Joko Anwar akan segera tayang dalam waktu dekat, dan akan menjadi pioner dalam Jagat Sinema Bumi Langit yang akan digarapnya.
Pada hari Minggu (18/8/2019), dari akun twitter Joko Anwar, ia resmi merilis sejumlah tokoh pahlawan fiksi Indonesia pada jagat sinema yang dibuatnya.

Ia merilis 19 nama pahlawan jagat sinema beserta para aktor yang akan memainkannya.

Gundala akan menjadi film pertama dari Jagat Sinema Bumi Langit.

Film Gundala sendiri rencananya akan tayang pada 29 Agustus mendatang dan akan memulai serial film pahlawan fiksi Indonesia.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TV Online SCTV Timnas U-18 Indonesia vs Myanmar, Nonton Sekarang!

Kapolres Enrekang Pimpin Penyamatan Pin Fungsi Bhabinkamtibmas

VIDEO: Enam Tahun, Kampung Paropo Makassar Peringati Kemerdekaan Lewat Lomba



Film Gundala, yang akan menjadi starting point, dari jagat sinema terbaru Joko Anwar ini pernah difilmkan pada tahun 1981 dengan judul Gundala Putra Petir.

Pada saat itu, film Gundala Putra Petir jadi salah satu film yang ramai diperbincangkan publik.

Nama Gundala pertama kali dikenal sebagai karakter komik buatan Harya Suraminata, karakter pertama dirilis pada tahun 1969.


Joko Anwar

Mengutip dari wikipedia.org Joko Anwar adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser dari Indonesia. 

Biografi

Awal Kehidupan

Joko Anwar lahir pada tanggal 3 Januari 1976 di di Medan, Sumatra Utara di mana tumbuh besar dengan menonton film-film kung fu dan horror.

Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama, dia juga telah menulis dan menyutradarai pertunjukan drama. 

Joko kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung untuk belajar Aerospace Engineering karena orang tuanya tidak sanggup menyekolahkannya ke sekolah film.

Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, dia kemudian menjadi wartawan di The Jakarta Post sebelum kemudian menjadi seorang kritikus film.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TV Online SCTV Timnas U-18 Indonesia vs Myanmar, Nonton Sekarang!

Kapolres Enrekang Pimpin Penyamatan Pin Fungsi Bhabinkamtibmas

VIDEO: Enam Tahun, Kampung Paropo Makassar Peringati Kemerdekaan Lewat Lomba



Karier

Saat mewawancarai Nia Dinata untuk The Jakarta Post, produser dan sutradara film itu sangat terkesan dengan Joko dan mengajaknya untuk menulis proyek filmnya yang kemudian dikenal dengan judul Arisan! (2003).

Film tersebut mendapat sukses yang luar biasa baik secara komersial maupun pujian dari para kritikus dan memenangkan beberapa penghargaan di dalam dan luar negeri termasuk "Film Terbaik" di Festival Film Indonesia pada tahun 2004 and "Best Movie" di MTV Indonesia Movie Awards pada tahun 2004. 

Joko lalu menyutradarai film pertamanya, sebuah komedi romantis berjudul Janji Joni (Joni's Promise) (2005), yang dia tulis saat dia masih duduk di bangku kuliah pada tahun 1998. 

Film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Mariana Renata ini merupakan salah satu peraih box office terbesar pada tahun itu dan memenangkan "Best Movie" di MTV Indonesia Movie Awards tahun 2005.

 SET Foundation yang diketuai oleh pembuat film Garin Nugroho memberikannya penghargaan khusus untuk "cara bercerita yang inovatif' dalam film itu.

 Janji Joni (Joni's Promise) juga masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional bergengsi, antara lain Sydney Film Festival dan Pusan International Film Festival. 

Film ini juga menghidupkan kembali karier Barry Prima, yang dikenal dunia internasional sebagai seorang bintang laga film cult yang merupakan bintang film favorit Joko sewaktu kecil.

Pada tahun 2007, Joko Anwar menulis dan menyutradarai Kala, yang disebut-sebut sebagai film noir pertama dari Indonesia yang mendapat pujian dari para kritikus internasional. 

Majalah film terkemuka dari Inggris, Sight & Sound, memilih film ini sebagai salah satu film terbaik pada tahun itu dan juga menamakan Joko sebagai "salah satu sutradara tercerdas di Asia".

Film ini terpilih dalam seleksi lebih dari 30 film festival internasional dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk di antaranya sebuah Jury Prize di New York Asian Film Festival.

The Hollywood Reporter menyebut Kala sebagai "sebuah "film noir" cerdas yang mengingatkan penonton pada film "M" karya Fritz Lang".

Film ini juga telah disandingkan dengan karya-karya Alex Proyas dan Kiyoshi Kurosawa.

Selain menulis skenario untuk disutradarainya sendiri, Joko Anwar juga menulis skenario untuk sutradara lain, termasuk film komedi Quickie Express yang memenangkan "Best Film" di Jakarta International Film Festival pada tahun 2008 dan Jakarta Undercover. 

Dua film tersebut juga sukses secara komersial. Joko juga menulis skenario film Fiksi yang mendapat pujian dari para kritikus internasional dan memenangkan banyak penghargaan, antara lain "Film Terbaik" dan "Skenario Terbaik" di Festival Film Indonesia 2008.

Film Joko Anwar selanjutnya adalah Pintu Terlarang yang dirilis pada tahun 2009. Film ini adalah sebuah film thriller psikologis yang juga mendapat pujian dari para kritikus. 

Kritikus Richard Corliss dari majalah TIME menulis, "Cerdas sekaligus sakit, film ini bisa jadi kartu panggilan buat Joko Anwar sebagai sutradara kelas dunia, kalau saja para petinggi Hollywood menginginkan sesuatu yang lain dari produk mereka yang itu-itu saja". 

Dia juga menyebutkan bahwa film ini merupakan "contoh sejauh apa film bisa dibuat tetapi jarang mencoba".

Maggie Lee dari The Hollywood Reporter menulis bahwa film Joko Anwar ini akan "membuat Hitchcock dan Almodovar bangga", dan menyebutkan bahwa "Joko Anwar memberikan film horor-suspens yang menakutkan ini dengan serangkaian penghargaan kepada para pembuat film terkemuka secara menakjubkan".

Film ini juga telah masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional terkemuka, termasuk di antaranya International Film Festival Rotterdam.
New York Asian Film Festival, dan Dead by Dawn. Pintu Terlarang juga memenangkan penghargaan tertinggi sebagai film terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.

Biodata 

Nama lengkap: Joko Anwar

Tempat, tanggal lahir: Medan, 3 Januari 1976 

Pekerjaan: Produser, sutradara, penulis skenario

Tahun aktif: 2003 - sekarang

Situs web: http://www.jokoanwar.com

Instagram: @jokoanwar

Pendidikan

SMA Negeri 1 Medan (1993)
Wheeling Park High School, West Virginia, US (1994)
Institut Teknologi Bandung, Teknik Penerbangan (1999)

Filmografi

Biola Tak Berdawai (2003) (asisten sutradara 2)
Arisan! (2003) (penulis)
Janji Joni a.k.a. "Joni's Promise (Judul Inggris) (2005) (penulis/sutradara)
Jakarta Undercover (2007) (penulis)
Kala (2007) (penulis/sutradara)
Quickie Express (2007) (penulis)
fiksi. (2008) (penulis)
Tarzan ke Kota (2008) (pengisi suara)
Babi Buta yang Ingin Terbang (2008) (pemeran)
Pintu Terlarang (The Forbidden Door) (Judul Inggris) (2009) (penulis/sutradara)
Rumah Dara (2009) (bintang tamu)
Meraih Mimpi (2009) (pengisi suara)
Madame X (2010) (pemeran)
Modus Anomali (2012) (penulis/sutradara)
Demi Ucok (2013) (pemeran) sebagai produser film
3Sum (2013) (pemeran) - segmen Impromptu
Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014)(pemeran)
Melancholy Is A Movement (2015) (pemeran)
A Copy of My Mind (2015) (sutradara/penulis)
Stip & Pensil (2017) (penulis)
Pengabdi Setan (2017) (sutradara/penulis)
Ave Maryam (2018) (pemeran)
Orang Kaya Baru (2019) (penulis)
Gundala (2019) (sutradara/penulis)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Joko Anwar: Proses Casting Pemain Gundala Tiga Lapis", https://entertainment.kompas.com/read/2019/06/15/193522610/joko-anwar-proses-casting-pemain-gundala-tiga-lapis. 
 

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved