Kayu Bajakah Kini Dijual Online, Lihat Harga Ditawarkan Fantastis, Jadi Buruan

Kayu Bajakah kini dijual online, lihat harga ditawarkan fantastis, jadi buruan.

Kayu Bajakah Kini Dijual Online, Lihat Harga Ditawarkan Fantastis, Jadi Buruan
KOMPAS TV
Kayu Bajakah yang dijual secara online. 

Saya bersama tim AIMAN segera bergegas menuju kota yang pernah disebut Bung Karno akan menjadi Ibu Kota RI tahun 60-an silam.

Setelah mendarat di kota ini, saya segera meluncur menuju ke SMA yang berada di tengah kota.

Saya langsung menuju laboratorium sekolah untuk melihat bagaimana bentuk tumbuhan yang diganjar medali emas pada kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan pada 25 Juli 2019 lalu.

Saya melihat sepintas hanya batang atau mirip akar pohon biasa. Tak ada yang istimewa.

Tetapi berdasar hasil uji Laboratorium yang dilakukan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, KalimantanSelatan, tumbuhan ini memiliki kandungan anti-oksidan ribuan kali lipat dari yang jenis tumbuhan lain yang pernah ditemukan. ?

Saya menanyakan apa nama tumbuhan ini?

Bajakah! Begitu orang menyebut tumbuhan ini.

Masuk ke hutan

Tumbuhan ini hanya hidup di hutan. Untuk mendapatkannya, kita harus masuk ke bagian dalam hutan.

Tak puas di laboratorium, saya bergegas menuju ke hutan yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Palangka Raya.

Saya diantar oleh seorang guru dan juga 2 siswi penerima penghargaan.

Sang Guru memberi catatan, saya tak boleh memberi tahu di mana hutan itu berada!??

Setelah melewati jalur Trans Kalimantan, saya dan tim AIMAN mulai masuk ke dalam hutan menggunakan mobil.

Beberapa menit perjalanan di dalam hutan, kami tiba di lokasi yang tidak bisa lagi dilalui mobil.

Kami pun turun berjalan kaki selama beberapa menit dan tiba di sebuah tempat di tengah hutan di antara lahan gambut dengan airnya yang berwarna khas, coklat namun jernih, mirip warna minuman ringan ternama.

Di sinilah saya pertama kali melihat dan menemukan pohon yang dikatakan langka ini.

Lagi-lagi sepintas pohon ini seperti pohon biasa, sulit membedakannya dengan tanaman lain.

Bedanya, pohon ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar.

Ia bisa merambat pada ketinggian 5 meter lebih hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya.

Akarnya menghujam di dasar aliran air lahan gambut.

Satu hal lagi yang saya dapatkan, tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan.

Awal penemuan

Bagaimanakah kisah awal penemuan khasiat tumbuhan ini?

Adalah Daldin warga suku dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali.

Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini. Kisahnya bermula pada sekitar tahun 1970-1980-an.

Di kurun waktu itu, Ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, levelnya sudah stadium 4.

Saat itulah ayah Daldin pergi ke hutan dan mencari tumbuhan ini untuk kemudian direbus dan airnya diberikan kepada sang istri.

Kondisi ibu Daldin saat itu sangat memprihatinkan.

Sejumlah bagian tubuhnya yang terkena kanker bahkan sudah mengeluarkan nanah.

Namun sepekan meminum rebusan tumbuhan itu, perubahan mulai tampak.

Luka pada payudara sang ibu membaik. Sebulan setelahnya, luka tersebut sembuh total.

Ibunda Daldin kini sehat walafiat. Dokter menyatakan bahwa Kanker yang sebelumnya menggerogoti sang ibu telah hilang sepenuhnya.

Program AIMAN yang tayang Senin 12/8/2019 pukul 8 malam di KompasTV, akan menayangkan wawancara lengkapnya.??

Bagaimanapun ini adalah sebuah awal.

Kesembuhan pada penyakit apa pun adalah karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, melalui perantaraan makhluk-Nya, bisa alam maupun manusia.

Oleh karenanya, tak berlebihan jika temuan 2 siswi SMA ini ditindaklanjuti untuk kemanfaatan umat manusia, tanpa harus merusak alam.??

Saya Aiman Witjaksono... ?

Salam!.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved