30 Hektar Sawah di Lembang Gogoso Sinjai Terkena Kemarau

Petani dipastikan gagal panen dan akan menimbulkan kerugian bagi petani hingga mencapai miliaran rupiah.

30 Hektar Sawah di Lembang Gogoso Sinjai Terkena Kemarau
Humas Pemkab Sinjai
Petugas BPBD Sinjai pantau langsung sawah warga di Kecamatan Pulau Sembilan terkena dampak kemarau. 

TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI- Kurang lebih 30 hektar sawah tanaman padi warga di Lembang Gogoso, Kelurahan Mannanti Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai mengalami kekeringan saat ini.

Petani dipastikan gagal panen dan akan menimbulkan kerugian bagi petani hingga mencapai miliaran rupiah.

Forum Kabupaten Sehat Sinjai Kunjungi Proklim Desa Saotengah.

TRIBUNWIKI: Suka Duka Andi Fahmi, Jadi Ajudan Wabup Enrekang

3 Tahun Menikah, Goo Hye Sun Nyatakan Bakal Cerai dengan Ahn Jae Hyun! Berikut Ini Alasan Perceraian

PPI Sulsel dan Arqam Azikin Minta Semua Pihak Tidak Terpancing Rusuh Papua Barat

VIDEO: 65 Rider Tiba di Polres Luwu Utara Setelah Enam Hari di Hutan

Satgas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD, Budiaman melakukan pemantauan.

Selain memantau juga melakukan pendataan dampak kemarau di Kabupaten Sinjai, pada Minggu (18/8/2019) kemarin.

Mereka juga memantau tingkat ketersediaan air bersih di sekitar pemukiman warga.

Saat berada di areal persawahan, beberapa petani justeru mengajak tim ini untuk melihat kondisi padinya pada beberapa petak sawah lainnya yang menurutnya masih berpotensi untuk diselamatkan dari kekeringan selama irigasi Balang Riri yang ada di sekitarnya dapat difungsikan secara maksimal.

Petugas BPBD Sinjai pantau langsung sawah warga di Kecamatan Pulau Sembilan terkena dampak kemarau.
Petugas BPBD Sinjai pantau langsung sawah warga di Kecamatan Pulau Sembilan terkena dampak kemarau. (Humas Pemkab Sinjai)

Ketua Kelompok Tani Minasae I Lembang Gogoso, Ridwan bersama beberapa anggota kelompok tani lainnya memilih untuk bergotong royong dengan membiayai sendiri perbaikan irigasi sebagai satu-satunya harapan untuk menekan angka kerugian yang lebih besar bagi petani akibat kemarau.

Di Kabupaten Sinjai umumnya sawah warga mengandalkan sawah tanah hujan. Saat ini juga terdapat bendungan irigasi terbengkalai yakni Bendungan Apareng II di Sinjai Selatan. Bendungan ini sudah menghabiskan Rp 16 miliar dari APBD Provinsi. (*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Forum Kabupaten Sehat Sinjai Kunjungi Proklim Desa Saotengah.

TRIBUNWIKI: Suka Duka Andi Fahmi, Jadi Ajudan Wabup Enrekang

3 Tahun Menikah, Goo Hye Sun Nyatakan Bakal Cerai dengan Ahn Jae Hyun! Berikut Ini Alasan Perceraian

PPI Sulsel dan Arqam Azikin Minta Semua Pihak Tidak Terpancing Rusuh Papua Barat

VIDEO: 65 Rider Tiba di Polres Luwu Utara Setelah Enam Hari di Hutan

Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved