Presiden Mahasiswa Tolak Konsep Penerimaan Maba UIN Alauddin

Junaidi menilai, konsep yang memberlakukan pihak kampus UIN AM tidak jelas pada tahun 2019 ini.

ari maryadi/tribungowa.com
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Junaidi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Presiden Mahasiswa, Junaidi, menyampaikan ketidaksetujuan terhadap proses penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN AM).

Junaidi menilai, konsep yang memberlakukan pihak kampus UIN AM tidak jelas pada tahun 2019 ini.

Hal itu disusun pihak kampus UIN AM dalam konsep pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada tahun 2019.

Menurut Junaidi, konsep PBAK tahun 2019 tidak berbanding lurus dengan ide-ide kemajuan Rektor Baru, Prof Hamdan Juhanis.

"Janji Bapak Rektor yang akan membawa UIN Alauddin Makassar lebih maju lagi ternyata tidak selaras dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya," kata Junaidi kepada Tribun Timur, Minggu (18/8/2019).

Mahasiswa angkatan 2015 ini menilai, Hamdan Juhanis masih mencampuri urusan teknis lapangan dalam konsep penyambutan mahasiswa baru.

Hamdan Juhanis, kata Junaidi, yang sering menggembor-gemboran ide-ide kemajuan selama ini, justru mengekang kebebasan mahasiswa dan membatasi ide-ide kreatifitas.

"Kita telah tawarkan konsep PBAK yang lebih bermutu, akan tetapi justru ditolak mentah-mentah," sambung Junaidi.

Dengan sikap seperti itu, Junaidi menilai bahwa konsep PBAK tahun ini tidak ada kemajuan sama sekali.

"Bukannya maju, ini justru sangat ketinggalan. Kepanitiaan diambil alih oleh pegawai dan dosen, berbeda jauh dari kampus-kampus modern" ujarnya.

"Kami masih menaruh harapan besar ke rektor terpilih. Kebijakan ini masih bisa didiskusikan, masih ada waktu untuk memulai sesuatu yang lebih maju," tutupnya.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved