Selain Unhas 10 PT Terbaik, Ada 2 PT Vokasi di Sulsel 10 Besar Terbaik, PNUP & Politani Posisi?

Sedangkan dua kampus vokasi negeri yang masuk 10 besar ada Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang berada di urutan 6 dan Politani di urutan 9

Selain Unhas 10 PT Terbaik, Ada 2 PT Vokasi di Sulsel 10 Besar Terbaik, PNUP & Politani Posisi?
instagram @ristekdikti
Perguruan Tinggi Vokasi 10 terbaik di Indonesia 

6. Universitas Diponegoro (skor 3.207 - klaster 1)

7. Universitas Airlangga (skor 3.056 - klaster 1)

8. Universitas Hasanuddin (skor 3.036 - klaster 1)

9. Universitas Brawijaya (skor 2.948-klaster 1)

10. Universitas Padjajaran (skor 2.906-klaster 1).

Berdasarkan rilis resmi Kemenristekdikti, berikut 10 perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik tahun 2019:

1. Universitas Telkom ( klaster 2)

2. Universitas Islam Indonesia (klaster 2)

3. Universitas Bina Nusantara (klaster 2)

4. Universitas Katolik Parahyangan (klaster 2)

5. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (klaster 2)

6. Universitas Surabaya (klaster 2)

7. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (klaster 2)

8. Universitas Tarumanagara (klaster 2)

9. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (klaster 2)

10. Universitas Ahmad Dahlan (klaster 2)

Selain klasterisasi perguruan tinggi non-vokasi, Kemenristekdikti juga merilis 10 perguruan tinggi vokasi terbaik 2019:

1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

2. Politeknik Negeri Bandung

3. Politeknik Negeri Malang

4. Politeknik Negeri Semarang

5. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

6. Politeknik Negeri Ujung Pandang

7. Politeknik Negeri Jakarta

8. Politeknik Negeri Padang

9. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

10. Politeknik Negeri Bali

Tahun ini, klasterisasi perguruan tinggi menggunakan empat variabel yaitu: input, proses, output, dan outcome.

Keempat variabel tersebut masing-masing meniliki bobot dan seluruhnya terbagi lagi ke dalam 20 indikator.

Variabel input memiliki bobot 15%, dengan indikator:
- Prosentase dosen berpendidikan S3
- Prosentase dosen dalam jabatan lektor dan guru besar.
- Rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen.
- Jumlah mahasiswa asing
- Jumlah dosen asing.

Variabel proses memiliki bobot 25%, dengan indikator:
- pembelajaran daring (online)
- kelengkapan laporan pangkalan data Dikti
- laporan keuangan
- kerja sama perguruan tinggi
- akreditasi program studi oleh BAN-PT
- akreditasi institusi BAN PT.

Variabel output memiliki bobot 25%, dengan indikator:
- kinerja kemahasiswaan
- jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen (Scopus)
- kinerja penelitian
- jumlah program studi terakreditasi international

Variabel Outcome memiliki bobot 35%, dengan indikator:
- kinerja inovasi
- jumlah paten per dosen
- jumlah sitasi per dosen
- kinerja pengabdian kepada masyarakat
- prosentase lulusan yang memiliki pekerjaan dalam waktu 6 bulan.

Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Penulis: Alfian
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved