Sudah Jatuh Tempo, Dana Talangan Lumpur Lapindo Capai Rp 768 Miliar Belum Dibayar, Reaksi Kemenkeu

13 Tahun Lumpur Lapindo,Total Utang Grup Bakrie Capai Rp 768 Miliar,Batas Akhir Pembayaran Tahun Ini

Sudah Jatuh Tempo, Dana Talangan Lumpur Lapindo Capai Rp 768 Miliar Belum Dibayar, Reaksi Kemenkeu
GOOGLE.MAP
13 Tahun Lumpur Lapindo,Total Utang Grup Bakrie Capai Rp 768 Miliar,Jatuh Tempo Pembayaran Tahun Ini 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tiga belas tahun berlalu sejak Lumpur Lapindo menyembur dari dalam tanah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, masalah antara pihak Lapindo dan pemerintah belum juga usai.

Terbaru, muncul pernyataan dari pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai tunggakan utang yang dilakukan oleh Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya sebegai bagian grup Abu RIzal Bakrie

Kemenkeu RI menyatakan bahwa hingga saat ini, pihak Lapindo baru membayar utang sebesar Rp 5 miliar.

Padahal, total dana talangan yang harus digantikan pihak Minarak Lapindo Jaya Rp 773,3 miliar, belum termasuk bunga sebesar 4 persen per tahunnya.

Dengan demikian maka Lapindo masih memiliki utang sekitar 768 Miliar.

Baca: 13 Tahun Lumpur Lapindo, Ini Kata Ilmuwan yang Memprediksi Akan Terus Memuntahkan Lumpur

Baca: Inilah Batu Akik Semburan Lumpur Lapindo, Harga Rp 70 Juta

Baca: Rp 7 Triliun APBN Terhisap Lumpur Lapindo

Semburan Lumpur Lapindo selama 13 tahun telah menyedot anggaran Rp 11 Triliun APBN.

Tercatat sudah sejak 2006 pemerintah menganggarkan dana yang cukup besar untuk ganti rugi korban Lumpur Sidoarjo.

Hal tersebut diungkap Dirjen Kekayaan Negara Isa Rachmatawarta dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan, Selasa (2/7/2019).

“Sejauh ini, pembayaran yang pernah dilakukan yaitu pada Desember 2018 lalu baru sebesar Rp 5 miliar,” tutur Isa.

Sampai saat ini, lanjutnya, Kemenkeu masih terus meminta Lapindo untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam rangka membayar kembali dana pinjaman.

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved