Peserta Karnaval di Lutra Hanya Pakai Bra, Masamba Cultur Carnaval Dinilai Bikin Malu Daerah
Pasalnya dalam kegiatan itu, ada kelompok peserta yang anggotanya hanya memakai bra atau pakaian dalam.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Pelaksanaan Masamba Cultur Carnaval di Kabupaten Luwu Utara menuai sorotan dari sejumlah pihak.
Pasalnya dalam kegiatan itu, ada kelompok peserta yang anggotanya hanya memakai bra atau pakaian dalam.
RAMALAN ZODIAK SABTU 17 Agustus 2019 Gemini Terlibat Hukum, Scorpio Dipuji & Cancer Temukan Dirinya
Hari ini Pekan Ekonomi Syariah Dibuka di Trans Studio Mal, ini Daftar Acaranya
Bertugas di Afrika, Intip Foto-foto Pesona Briptu Hikma Nur Syafa, Polwan Berhijab Jago Nembak
TRIBUNWIKI: 7 Atlet Paling Populer di Sosial Media
1.000 Penghafal Alquran Nikmati Coto Bersama Laznas BMH Sulsel
Anggota DPRD Luwu Utara, Karemuddin, menyebut, kegiatan itu tidak sesuai dengan budaya yang ada di daerah bertajuk Bumi Lamaranginang.
Juga tidak sesuai dengan visi misi Luwu Utara religius dibawah kepemimpinan Indah Putri Indriani.
Apalagi digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia.
"Mappakasiri-siri (bikin malu)," kata Karemuddin, Jumat (16/8/2019).
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Luwu Utara, Yasir Taba, ketika melepas peserta mengatakan karnaval memperkenalkan berbagai ragam nilai-nilai tradisional dan budaya.
"Sebagai masyarakat Luwu Utara, salah satu tugas kita ialah bagaimana menggali potensi budaya yang ada di Luwu Utara yang sangat kaya dan beragam," kata Yasir Taba.
Ia berharap kegiatan yang mengedepankan kearifan lokal agar bisa lebih sering diadakan khususnya bagi para generasi millenial.
Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/cultur-carnaval-di-kabupaten-luwu-utara.jpg)