Dosen Bergelar Doktor IPK 4.00 Bunuh Diri di Teras Rumah, Polisi Temukan Ini di Lidah Sebagai Bukti

Dosen Bergelar Doktor IPK 4.00 Bunuh Diri di Teras Rumah, Polisi Temukan Ini di Lidah Sebagai Bukti

Dosen Bergelar Doktor IPK 4.00 Bunuh Diri di Teras Rumah, Polisi Temukan Ini di Lidah Sebagai Bukti
twitter @MGPolsek dan scholar.google.co.id
Dosen Bergelar Doktor IPK 4.00 Bunuh Diri di Teras Rumah, Polisi Temukan Ini di Lidah Sebagai Bukti 

Ia menceritakan, saat itu korban di rumah bersama dengan adiknya, Yuli (47) dan Suparno (55).

Sekira jam 09.00, Yuli pergi ke Wijilan untuk berbelanja.

Pada pukul 11.00, Yuli pulang dan menemukan kakaknya telah tergantung di teras rumahnya.

"Kami langsung datang ke TKP dan memasang garis polisi untuk evakuasi dan identifikasi, saat ini sudah dilepas. Korban gantung diri menggunakan tali tambang. Saat ini tali tambang sebagai barang bukti,"katanya, Kamis (15/8/2019).

Saat pemeriksaan, dokter tidak menemukan adanya bukti kekerasan fisik. Sehingga dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri.

"Tidak ada bukti kekerasan, lidahnya menjulur, berdarah karena digigit,keluar cairan sperma. Itu ciri-ciri orang yang gantung diri, dari dokter juga tadi mengatakan demikian,"lanjutnya.

Pihak kepolisian belum mengetahui alasan,Budi mengakhiri hidupnya, sebab tidak ada surat yang ditinggalkan.

Dugaan sementara, Budi mengakhiri hidupnya akibat depresi karena penyakitnya tidak sembuh-sembuh.

Korban sempat menjalani observasi di RS Puri Nirmala pada Maret lalu, dan masih kontrol rutin. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Dosen Cerdas UGM dengan IPK 4,00 Meninggal Dunia dengan Cara Gantung Diri, Depresi karena Penyakit?, https://wartakota.tribunnews.com/2019/08/16/dosen-cerdas-ugm-dengan-ipk-400-meninggal-dunia-dengan-cara-gantung-diri-depresi-karena-penyakit?page=all.


Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved