Teliti Hubungan Vitamin D dengan PPOK, Dosen FK Unhas Ilyas Raih Doktor

Muhammad Ilyas Staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unhas sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia.

Teliti Hubungan Vitamin D dengan PPOK, Dosen FK Unhas Ilyas Raih Doktor
Dokumen DR Dr Muhammad Ilyas SpPD-KP SpP (K)
DR Dr Muhammad Ilyas SpPD-KP SpP (K) bersama penguji, promotor, dan kopromotor serta keluarga seusai ujian promosi doktor di Auditorium Rumah Sakit Unhas, Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (15/8/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), DR Dr Muhammad Ilyas SpPD-KP SpP (K) meraih gelar doktor, Kamis (15/8/2019).

Gelar doktor itu diraihnya setelah menjalani ujian promosi doktor Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin di Auditorium Rumah Sakit Unhas, Tamalanrea, Kota Makassar.

Ilyas berhasil mempettahankan desertasinya berjudul Hubungan Antara Polimorfisme Gen Vitamin D Reseptor dan Gen Cyport dengan Kadar Vitamin D Terhadap Keparahan Pen yakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) .

Dokter spesialis penyakit dalam dan paru ini berhasi meraih hasil sangat memuaskan dengan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji yakni Prof Dr dr Suryani As’ad MSc SpGK, Prof dr Mansyur Arief PhD SpPK, Prof dr Budu SpPM Mmed, dan Dr dr Burhanuddn Bahar MS.

Sedangkan penguji eksternal adalah Prof dr Faisal Yunus Phd SpP.

Makassar Bakal Luncurkan Aplikasi Qlue, Begini Cara Penggunaannya

Meriahkan HUT RI, Ini yang Akan Dilakukan Pecinta Kucing di Makassar

PPOK adalah penyakit infamasi kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara ekspirasi yang progresif.

Hambatan aliran udara kronik merupakan karakteristik PPOK yang disebabkan oleh gabungan kelainan saluran napas kecil dan distruksi parenkimal yang berkontribusi secara relatif dn bervariasi setiap imdividu.

Saat ini PPOK diketahui sebagai gangguan yang bersifat sistemik dan melibatkan berbagai sistem.

Gangguan multisistem ini berhubungan dengan timbulnya kumorbiditas dan menjadi tantangan dalam tatalaksana.

Bertindak sebagai promotor dalam penyusuan desertasi ini adalah Prof dr Muhamamad Nasrun Massi PhD dengan kopromotor Prof Dr dr Syakib Bakri SpPD KGH dan Dr dr Irawaty Jaharuddin SpP(K).

Halaman
12
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved