OPINI

OPINI - Hukum yang Membelenggu

Penulis adalah Mahasiswa Program Pascasarjana Jurusan Hukum Agraria Universitas Trisakti Jakarta

OPINI - Hukum yang Membelenggu
tribun timur
Mahasiswa Program Pascasarjana Jurusan Hukum Agraria Universiyas Trisakti Jakarta - Direktur Advokasi Hukum dan HAM Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

Oleh:
Muhammad Arman
Mahasiswa Program Pascasarjana Jurusan Hukum Agraria Universitas Trisakti Jakarta - Direktur Advokasi Hukum dan HAM Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UUP3H) kembali menelan korban.

Belum hilang dari ingatan kita bagaimana kriminalisasi yang dialami oleh petani di Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan, menyusul lagi enam anggota masyarakat adat Matteko Desa Erelembang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terpaksa meringkuk di hotel prodeo karena dituduh melanggar ketentuan UUP3H.

Dua warga Matteko dituntut dengan pidana penjara 8 tahun dan denda Rp 10 miliar atau diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Sedangkan empat orang lainnya dituntut dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta atau diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Koalisi Anti Mafia Hutan (2015) mencatat dua tahun sejak diberlakukannya UUP3H telah mengakibatkan 53 orang warga dikriminalisasi dan berakhir dengan pemenjaraan.

UUP3H yang awal pembentukannya dimaksudkan untuk menyasar kejahatan pengrusakan hutan oleh korporasi justru menjadi tabir perlindungan bagi korporasi nakal dengan menjadikan masyarakat adat dan masyarakat lokal sebagai pelaku pengrusakan hutan.

Dari 117 kejahatan pengrusakan hutan oleh korporasi yang dilaporkan oleh koalisi pada tahun 2015, hanya satu kasus yang diproses sampai di pengadilan.

Hal ini menunjukkan bahwa UUP3H hanya berani membelenggu rakyat kecil tetapi tak bernyali ketika berhadapan dengan korporasi pemilik modal.

Baca: Dinas Kehutanan Sulsel Bentuk Brigade Pengendali Kebakaran Hutan

Baca: Serunya Lomba Memindahkan Bendera Dalam Botol di Kota Palopo

Pengelolaan SDH
Kasus yang menimpa masyarakat adat Matteko hanyalah salah-satu potret buruknya pengelolaan sumber daya alam pada sektor kehutanan di Indonesia.

Halaman
123
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved