Wisko Wakili Sulbar Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara, Ini Pekerjaan Orangtuanya

Wisko lahir ditahun yang sama pada pembentukan Kabupaten Mamasa, 17 tahun yang lalu, yakni 3 September 2003.

Wisko Wakili Sulbar Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara, Ini Pekerjaan Orangtuanya
semuel/tribunmamasa.com
Wisko Pralistra 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Memang benar kata pepatah, rezeki orang tidak ada yang tahu datangnya dari mana.

Hal itu dialami Wisko Pralistra (15) setelah mendapat kesempatan mewakili Kabupaten Mamasa, sekaligus Provinsi Sulawesi Barat, menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Istana Negara 17 Agustus nanti.

Wisko lahir ditahun yang sama pada pembentukan Kabupaten Mamasa, 17 tahun yang lalu, yakni 3 September 2003.

Saat ini Wisko menjalani pendidikan di bangku kelas X, jurusan IPA di SMA Negeri 1 Mamasa.

Sebelum dinyatkan terpilih, Wisko Pralistra melalui sejumlah proses tahapan, termasuk seleksi di tingkat Kabupaten dan tingkat Provinsi.

Wisko adalah anak pertama dari pasagan Juniawan (38) dan Widyawati (34), warga Desa Osango Kecamatan Mamasa.

Di mata keluarganya, Wisko adalah anak yang paling penyabar dan penurut kepada orangtua.

Terpilih sebagai salah satu dari mereka yang akan mengibarkan bendera di istana presiden, tentu tidak pernah terlintas dibenak Wisko dan orangtuanya.

Apa lagi kehidupan orang tuanya serba pas-pasan.

Bapaknya bekerja sebagai sopoir truk. Sedangkan ibunya bekerja sebagai honorer di Dinas Sosial Mamasa.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved