Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Profil Pahlawan Modern Indonesia, Naila Novaranti Penerjun Payung Ekstrim Wanita

Beberapa kali mengalami kegagalan dalam kariernya, tapi tidak membuatnya kapok untuk terus berkarya sebagai atlet dan sekaligus instruktur

TRIBUNWIKI: Profil Pahlawan Modern Indonesia, Naila Novaranti Penerjun Payung Ekstrim Wanita
Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Naila Novaranti (38), wanita penerjun payung yang taklukan Gunung Everest 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Bagi sebagian orang, nama Naila Novaranti masih begitu asing.

Namun, tahukah kalian? Ia merupakan salah satu wanita kebanggan negeri dengan berbagai prestasi.

Diketahui, Naila Novaranti salah satu bahkan satu satunya penerjun payung ekstrim wanita Indonesia.

Ia turut menjadi pembicara di Kongres Diaspora Indonesia ke V, 2019 di Jakarta.

Beberapa kali mengalami kegagalan dalam kariernya, tapi tidak membuatnya kapok untuk terus berkarya sebagai atlet dan sekaligus instruktur terjun payung.

Bahkan ia pernah mengalami pecah tulang belakang.

"Saya memberikan seputar motivasi dan semangat kepada para undangan yang hadir. Bahwa menjalani karir apapun atau sebagai pembisnis di negara orang, walaupun sempat dan pernah mengalami jatuh bangun, saya harus terus semangat dan terus tetap berjalan serta terus berjuang seperti yang pernah saya jalani sebagai pelatih dan penerjun payung wanita," ungkap Naila di sela sela kongres, Sabtu, (10/8/2019) seperti dikutip dari Tribunnews.

Dalam paparannya Naila menceritakan awal mulanya dan syarat memasuki dunia terjun payung, bagaimana menanggulangi rasa takut, how to do jika parasut yang di gunakan tidak mengembang serta membagikan pengalaman paling ekstrim saat ia mendaratkan kakinya di Mount Everest, Nepal.

"Kalau kita sudah mau terjun yah berdoa, tapi yah itu kita kembali lagi kita harus tetap pede bahwa kita bisa dan kita harus pede dengan barang yang kita pakai, kita harus yakin sudah di cek semua alatnya," kata Naila.

Hadir dalam kongres diaspora tersebut menteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pemerintah mempunyai harapan besar terhadap diaspora Indonesia. hadir juga Mark Gerald selaku President IDN Global, Ruslan P. Roeslani selaku Ketua Umum Kadin, Iwan Sunito Ketua Panitia Kongres Diaspora Indonesia 2019, dan Herry Zhou dan Fify Manan yang membahas bagaimana caranya bisa berkarir dan berbisnis di negara orang lain untuk menuju sukses meskipun penuh tantangan.

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved