Kementan Genjot SDM Untuk Capai Produksi Sawit Terbesar di Dunia

Setelah diluncurkannya Peta Okupasi Sektor Pertanian yang disahkan oleh 5 kementerian/lembaga negara, yaitu Kementerian Pertanian ( Kementan ),

Kementan Genjot SDM Untuk Capai Produksi Sawit Terbesar di Dunia
DOK KEMENTAN RI
Konsensus KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Serpong, Tangerang, Banten, Senin (12/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah diluncurkannya Peta Okupasi Sektor Pertanian yang disahkan oleh 5 kementerian/lembaga negara, yaitu Kementerian Pertanian ( Kementan ), Bappenas, Kemenaker, BNSP, dan KADIN, sebanyak 449 jabatan pada April 2019 lalu, saat ini Kementerian Pertanian tengah menyiapkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) pertanian yang akan digenjot menjadi pelaku agribisnis, khususnya bidang perkebunan kelapa sawit.

"Ini bertujuan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia," demikian dikatakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Dedi Nursyamsi pada Konsensus KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Serpong, Tangerang, Banten, Senin (12/8/2019), sebagaimana siaran pers Kementan RI, Selasa (13/8/2019).

Dedi Nursyamsi menegaskan, mencetak generasi muda pertanian berkualitas ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi, yakni pada tahun ini pembangunan nasional berorientasi pada peningkatan SDM yang berbasis kompetensi.

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedy Nursyamsi
Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (DOK KEMENTAN RI)

Langkah yang akan ditempuh Kementan untuk meningkatkan keberterimaan internasional pada produk kelapa sawit Indonesia serta mempunyai daya saing sehingga dapat meningkatkan ekspor kelapa sawit dengan tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan.

"Artinya, langkah ini perlu didukung oleh ketersediaan SDM yang kompeten. Pembangunan sumber daya manusia jadi perhatian yang serius karena kita tidak bisa terus menerus mengandalkan sumber daya alam yang melimpah tanpa tersedianya kualitas SDM yang berkompeten termasuk bidang perkebunan kelapa sawit," kata Dedi Nursyamsi menegaskan.

"Hal ini untuk menjawab tantangan tersebut. Ada 4 hal yang perlu kita bangun, yaitu membangun sistem standardisasi, pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi," kata Dedi Nursyamsi meminta.

Peta Okupasi yang sebelumnya diharapkan dapat mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi dalam mendukung kualitas lulusan pendidikan atau pelatihan yang menghasilkan SDM kompeten dan berdaya saing sesuai dengan permintaan Dunia usaha/ Dunia industri (Du/Di).

Peta jabatan dalam KKNI mendorong terciptanya link and match antara dunia pendidikan, pelatihan, dan lembaga sertifikasi dengan Dunia usaha/Dunia industri (Du/Di).

"SDM sebagai pengungkit utama produksi sawit mulai dari Hulu sampai dengan Hilir. Indonesia mempunyai iklim tropis yang sudah tidak diragukan lagi untuk pertumbuhan kelapa sawit," ujar Dedi Nursyamsi.

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedy Nursyamsi
Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (DOK KEMENTAN RI)

Selanjutnya, kata Dedi Nursyamsi menyambung, yang menjadi tugas pemerintah melalui Kementan, yakni untuk menggenjot SDM agar meningkatkan produktivitas kelapa sawit tersebut.

Kuncinya harus genjot SDM agar menjadi pelaku agribisnis yang profesional, mandiri, handal, kompeten, dan berdaya saing.

Bagaimana menggenjotnya, tentunya melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi perkebunan kelapa sawit.

"Karena itu, diharapkan KKNI ini dapat diaplikasikan di lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi agar Indonesia menjadi penghasil kelapa sawit terbesar," kata Dedi Nursyamsi menutup.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved