Bunuh Briptu Heidar di Papua, Ini Sepak Terjang Lekagak Telenggen, Bos KKB Papua Paling Berbahaya

TRIBUN-TIMUR.COM - Bunuh Briptu Heidar di Papua, ini sepak terjang Lekagak Telenggen, bos KKB Papua paling berbahaya.

Bunuh Briptu Heidar di Papua, Ini Sepak Terjang Lekagak Telenggen, Bos KKB Papua Paling Berbahaya
Foto Jerry Omona/Metromerauke
TRIBUN-TIMUR.COM - Bunuh Briptu Heidar di Papua, ini sepak terjang Lekagak Telenggen, bos KKB Papua paling berbahaya. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan, rencananya jenazah akan dikebumikan di Kabupaten Barru, Sulsel.

"Sekarang almarhum sudah dievakuasi ke Kabupaten Mimika, pihak keluarga di Barru meminta jenazahnya dikebumikan disana (Barru)," ungkap Kombes Dicky.

Baca: Fakta-fakta Siswi SMP Makassar Dicabuli Caleg Gagal Berkali-kali, dari Komentar FB ke Kamar Wisma

Baca: Bupati Bongkar Prostitusi Kolong Meja Warung Kopi, Ditawari Esek-esek Saat Menyamar Jadi Pelanggan

Baca: Ayah Cabuli Anak Kandung Sejak SMP hingga Usia 18 Tahun Saat Istri Cari Uang, Ini Kronologi & Motif

Almarhum Briptu Heidar, meninggal dalam tugas. Dia merupakan anggota Ditkrimum Polda Papua dan bertugas di Sub Satgas Lidik Gakkum Operasi Nemangkawi 2019.

Dicky menjelaskan, berdasarkan kronologinya, almarhum sempat disandera dan dikepung lalu ditembak KKB Yambi dipimpin Lekagak Telenggen di Papua.

Dari kronologinya sekitar pukul 11.00 WIT, Briptu Heidar mendapatkan telepon dari warga bernama Jambi Mayu Telenggen untuk meminta gula dan kopi

Pada pukul 11.20 WIT Briptu Haidar di temani oleh seniornya Bripka Alfonso Wakum berangkat membawa gula dan kopi ke tempat pertemuan yang sudah di tentukan di ujung Kampung Jerembaga Ilaga.

Pada pukul 11.30 WIT Briptu Haidar dan Bripka Alfonso Wakum menggunakan kendaraan motor jenis Trail Kawasaki tiba di tempat pertemuan tersebut.

"Tujuan mereka sekaligus mencari info rencana pergerakan KKB di Ilaga yang kebetulan dia (Heidar) sebelumnya sudah sering melakukan," jelas Dicky.

Pada saat tiba di tempat pertemuan Jambi Mayu Telenggen mengajak Briptu Heidar untuk turun lagi ke bawah jalan yang sudah dekat dengan PT Unggul.

Saat Briptu Heidar berjalan mendekati Jambi Mayu Telenggen, Bripka Alfonso Wakum sudah mencurigai dengan keadaan sekitarnya, sehingga dia memutar motornya untuk kembali.

Pada saat Bripka Alfonso Wakum memutar motornya dan akan turun, dia melihat sekelompok KKB berjumlah kurang lebih sepuluh orang lengkap dengan senjata keluar dari sebelah kiri dan kanan jalan dan langsung menahan Briptu Heidar dan menghajarnya.

Baca: Fakta-fakta Siswi SMP Makassar Dicabuli Caleg Gagal Berkali-kali, dari Komentar FB ke Kamar Wisma

Baca: Bupati Bongkar Prostitusi Kolong Meja Warung Kopi, Ditawari Esek-esek Saat Menyamar Jadi Pelanggan

Baca: Ayah Cabuli Anak Kandung Sejak SMP hingga Usia 18 Tahun Saat Istri Cari Uang, Ini Kronologi & Motif

Bripka Alfonso Wakum juga ditembak oleh kelompok KKB tersebut pada jarak kurang lebih 10 meter akan tetapi tidak mengenainya.

Saat itu Bripka Alfonso langsung melompat ke semak-semak dan langsung meloloskan diri lalu bersembunyi di salah satu honai warga.

"Alfonso sempat melihat Briptu Heidar diseret ke dalam semak-semak, dia (Alfonso) langsung melaporkan kasus ini ke posko induk di Puncak," ujar Dicky.

Sekitar pukul 15.30 Wita, tim mendapat informasi dari masyarakat, jenazah almarhum Briptu Heidar ditemukan di jembatan dekat TKP.

Kemudian, sekitar pukul 16.00 tim melaksanakan evakuasi jenazah dan lalu dibawa di Puskemas Ilaga, Puncak. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved