TRIBUNWIKI
TRIBUNWIKI: Apa Itu Hari Tasyrik? Berikut Ulasannya
Dilansir dari Tribun Styke, jika sebelum Idul Adha umat islam dianjurkan untuk berpuasa, maka berbeda dengan yang dilakukan setelah Idul Adha.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Hari Tasyrik menjadi trending topic google, Minggu (12/8/2019).
Hari tersebut merepukaan hari setelah perayaan Idul Adha.
Dilansir dari Tribun Styke, jika sebelum Idul Adha umat islam dianjurkan untuk berpuasa, maka berbeda dengan yang dilakukan setelah Idul Adha.
Perbedaan tersebut karena hari Tasyrik.
Hari Tasyrik merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada setelah Idul Adha yaitu hari ke 11,12 dan 13 pada bulan zulhijjah menurut kalender Islam.
Ketua PKB Bulukumba Sorot Kegiatan Politik KKB di Makassar
Pelantikan Anggota DPRD Maros, Segini Undangan Disebar Panitia
Ada Promo Suki dan Dimsum di The Duck King, Mulai Rp 18 ribuan
Jangan Kira Cewek Tulen Karena Wajahnya, Ternyata Dia Cowok, Bukan Hasil Edit-an, Begini Faktanya
Pada hari tersebut, jamaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina.
Pada tanggal tersebut, para jamaah haji melempar jumrah.
Hari tasyrik merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa, karena pada hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum (HR. Thabrani).
Hari tasyrik menurut ajaran Islam adalah hari berdzikir.
Beberapa zhikir yang diajurkan oleh ajaran Islam pada hari tasyrik yaitu, berzhikir kepada Allah dengan bertakbir setelah menunaikan salat wajib.
Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari tasyrik hal ini diriwayatkan dari Umar, Ali dan Ibdu Abbas.
Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih hewan Kurban.
Berdzikir dan memuji Allah ketika makan dan minum yaitu dengan cara membaca basmallah dan dan mengakhirinya dengan hamdallah.
Berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari tasyrik bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji.
Dikutip dari Rumaysho.com, disebutkan dalam Matan Al Ghoyah wat Taqrib -salah satu rujukan fikih dalam madzhab Syafi’i- bahwa ada lima hari diharamkan puasa, yaitu hari Idul Fithri, hari Idul Adha, dan tiga hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Lima hari yang diharamkan untuk berpuasa, atas sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).
Meski dilarang berpuasa, di hari Tasyrik ada keutamaan dan amalan beribadah.
Berikut ini beberapa amalan di hari Tasyrik :
1. Idul Adha dan Hari Tasyrik
Hari ini merupakan hari untuk bersenang-senang dan menyantap makanan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa Idul Adha dan hari tasyriq adalah hari kaum muslimin untuk menikmati makanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Artinya : “Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman."
2. Berdizkir di hari Tasyrik
Dalam surat Al Baqarah ayat 203 di atas (yang artinya), diperintahkan untuk berdizikir di hari Tasyrik
“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.”
Beberapa dzikir yang diperintahkan Allah S.W.T antara lain dzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah salat wajib.
Dzikir ini disyariatkan sebagian besar ulama.
Lalu membaca bismillah dan takbir ketika menyembelih hewan kurban. Waktu menyembelih hewan sampai hari terakhir tasyrik yaitu 13 Dzulhijah.
Berdzikir memuji Allah S.W.T ketika makan dan minum. Sebelum makan membaca basmallah dan mengakhiri dengan hamdalah.
Berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari Tasyrik. Berdzikir pada Allah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir di hari Tasyrik.
3. Memperbanyak baca doa Sapu Jagad
Allah Ta’ala berfirman,
فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya : “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].” (QS. Al Baqarah: 200-201)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam paling sering membaca do’a sapu jagad ini. Anas bin Malik mengatakan,
كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ »
Artinya : “Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].”
Dalam doa ini telah terkumpul kebaikan dunia dan akhirat.
4. Banyak bersyukur di Hari Tasrik
Pada hari Tasyrik pada kenikmatan seperti makan, minum dan kenikmatan beribadah dengan berdzikir pada Allah.
Dan sebaik-baik hati adalah yang sering berdzikir dan bersyukur.
Dengan demikian nikmat-nikmat tersebut akan menjadi sempurna.
Itulah empat amalan yang dilakukan ketika hari Tasyrik.
Hari Tasyrik menjadi hari untuk beribadah, bersyukur dan berbagi kepada sesama.
Sumber berita:https://style.tribunnews.com/2019/08/12/idul-adha-berakhir-tibalah-hari-tasyrik-meski-dilarang-puasa-ada-4-amalan-yang-bisa-dilakukan?page=all
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hari-tasyrik-adalah-tiga-hari-setelah-idul-adha-11-12-13-dzulhijjah.jpg)