LSM Lira Mamasa Pertanyakan Kasus Mandek di Kejati Sulselbar

Namun kasus yang dilaporkan, hingga saat ini belum juga menemukan kejelasan sejauh mana prosesnya.

LSM Lira Mamasa Pertanyakan Kasus Mandek di Kejati Sulselbar
semuel/tribunmamasa.com
Ketua LSM Lira, Boby Patalangi 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Boby Patalangi, pertanyakan sejumlah kasus yang pernah ia laporkan di Kejati Sulselbar.

Pasalnya, sejumlah kasus dugaan proyek bermasalah yang dia laporkan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar beberapa tahun lalu, hingga kini belum menemukan kejelasan.

Kepada Tribunmamasa.com, Boby mengaku beberapa kasus dugaan proyek bermasalah sempat dia laporkan di Kejati.

Namun kasus yang dilaporkan, hingga saat ini belum juga menemukan kejelasan sejauh mana prosesnya.

Adapun proyek yang dimaksud diduga bermasalah yaitu tanggap darurat bencana alam tahun 2016 dengan total anggaran Rp 12 miliar.

Proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) pengadaan tahun anggaran 2012-2015.

Juga bantuan sosial tahun 2013-2014 yang diduga fiktif.

"Termasuk ada beberapa laporan dugaan korupsi dana desa yang dilaporkan LSM," katanya Minggu (11/8/2019) sore tadi.

Sehubungan dengan laporan tersebut, Boby berencana menelusuri sampai di mana proses laporan tersebut dan apa yang menjadi kendala, sehinga tidak diproses.

"Kalau ada aparat penegak hukum yang main-main maka saya tidak akan tinggal diam," ditegaskan Boby.

Ia juga meminta kepada LSM lainnya yang pernah melaporkan dugaan proyek bermasalah untuk terus memantau sejauh mana proses yang sudah bergulir.

Laporan wartawan @rexta_sammy

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved