Kembalinya Tradisi Accera Kalompoang di Kabupaten Gowa

Pemerintah Kabupaten Gowa bersama anggota kerajaan Gowa sepakat menggelar kembali ritual sakral ini setelah vakum selama dua tahun.

Kembalinya Tradisi Accera Kalompoang di Kabupaten Gowa
ari maryadi/tribungowa.com
Pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dalam ritual Accera Kalompoang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Tradisi pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa akhirnya kembali dihelat pada Perayaan Iduladha tahun 2019.

Tradisi adat ini dinamai Accera Kalompoang. Merupakan warisan budaya dari Kerajaan Gowa.

Kegiatan berlangsung dalam Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa, Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan Somba Opu, Minggu (11/8/2019) sore.

Pemerintah Kabupaten Gowa bersama anggota kerajaan Gowa sepakat menggelar kembali ritual sakral ini setelah vakum selama dua tahun.

Sebagai kegiatan yang sakral, seluruh peserta yang hadir memakai pakaian adat ke dalam Istana Balla Lompoa.

Laki-laki memakai jas tutup disertai lipak sakbe, songkok recca, serta badik di pinggang. Sementara perempuan memakai baju bodo'.

Keluarga Kerajaan Gowa diwakili oleh Andi Kumala Andi Idjo sebagai putra dari Raja Gowa ke-36 Alm Andi Idjo Karaeng Laloang.

Sementara Pemerintah Kabupaten Gowa dihadiri langsung oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni.

Adnan menyampaikan rasa syukur atas kembalinya penyelenggaraan tradisi adat ini yang sempat absen selama dua tahun.

"Kita memiliki tujuan dan cita-cita yang sama yakni melihat dan menjaga budaya dan tradisi leluhur," kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam sambutannya.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved