Panggilan Ahok Setelah Nikahi Puput Berubah, Nama Mantan Suami Veronica Tan Dibahas Megawati
Masih soal kisah Asmara Basuki Tjahaja Purnama ( BTP) alias Ahok. Banyak hal yang berubah dah Ahok setelah bercerai dengan Veronica Tan dan menikah
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnopurtri menyampaikan pidato politiknya dalam pembukaan Kongres ke-V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8/2019). Kongres yang akan berlangsung sampai hari Sabtu 10 Agustus 2019 tersebut selain mengagendakan pidato politik Megawati Soekarnoputri juga penyusunan kepengurusan partai. (TRIBUN BALI/RIZAL FANANI)
Presiden Republik Indonesia ke-5 itu, merasa heran mengapa orang Indonesia sering mempermasalahkan nama seseorang.
Menurutnya, sebagai negara yang menjunjung tinggi persatuan, seharusnya menghargai nama yang dimiliki seseorang.
"Terkenal namanya Ahok. Saya suka heran ya, kita ini bicara soal Pancasila, gotong royong, katanya itulah yang namanya dasar falsafah negara kita," tegasnya.
Sehingga, setiap warga Negara Indonesia tidak boleh saling mendeskriminasi.
"Masak kita enggak boleh namanya mau Aseng, mau Ahok, mau Badu mau apa, kalau dia warga Negara Indonesia, ya sudahlah," kata Megawati disambut tepuk tangan.
Megawati hadir di malam budaya Nusantara sebagai rangkaian dari Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Rabu (8/8/2019) malam. Dihadiri Presiden Jokowi, Dibuka Megawati, Koster Berpeluang Besar Jadi Pimpinan Sidang (TRIBUN BALI/RAGIL ARMANDO)
"Ada yang bilang jangan dong Bu Mega Pak Ahok lagi Pak Ahok lagi Pak Ahok lagi, loh saya bilang namanya memang begitu," lanjutnya.
Megawati tak segan mengatakan bahwa dirinya lebih mudah menyebut nama Ahok ketimbang Basuki Tjahaja Purnama.
"Masak terus kita enggak boleh manggil, terus musti saya menghafalkan Basuki Tjahaja Purnama, Pak Purnama apa kabar."
"Ya kan senang kalau tertawa," imbuh dia.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (8/8/2019), Ahok yang ditemui media setelah acara pembukaan kongres PDIP mengungkapkan kesannya terhadap partai berlogo banteng tersebut.
"Perasaannya kita ada patriotisme ya, dengan melihat pidato beliau, diputarnya (film) Bung Karno dan segala macam, partai ini sangat ideologis dan jelas nasionalis," kata Ahok Kamis (8/8/2019).
Ahok lalu menuturkan bahwa PDIP bukan partai yang tawar menawar.
Ia juga kembali memuji pidato Megawati yang menurutnya membangkitkan semangat kader.
