Diduga Ada Oknum Aparat Terlibat Dalam Penyelundupan BBM di Palopo

Hal itu terungkap dari pengakuan pelaku berinisial AS yang saat ini masih status wajib lapor. As diamankan beberapa waktu lalu.

Diduga Ada Oknum Aparat Terlibat Dalam Penyelundupan BBM di Palopo
hamdan/tribunpalopo.com
Mobil Modifikasi Tangki BBM Terpantau Mengisi Solar Beberapa Waktu lalu. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Aksi penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Palopo, diduga melibatkan oknum aparat kepolisian.

Hal itu terungkap dari pengakuan pelaku berinisial AS yang saat ini masih status wajib lapor. As diamankan beberapa waktu lalu.

Gedung Layanan Perpustakaan Luwu Utara Gunakan DAK Rp 10 Miliar

Wapres Jusuf Kalla Dijadwalkan Iduladha di Makassar

Sisipkan Gaji, Personel Polres Jeneponto Berkurban 52 Ekor Sapi

TRIBUNWIKI: NET TV Jadi Trending Topic Twitter dan Google, Simak Sejarah Berdirinya

DPD Wahdah Islamiyah Bakal Gelar Salat Iduladha di Parkiran Sallo Mall Sengkang

Kepada wartawan, AS menyebut nama beberapa oknum aparat yang terlibat dalam bisnis ilegalnya itu.

AS mengaku, dirinya melakoni bisnis itu memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Ini persoalan perut saja," tandasnya.

AS beraksi mengumpulkan solar subsidi menggunakan mobil yang tangkinya telah dimodifikasi.

Informasi yang dihimpun, sekali isi bisa mencapai 100 hingga 500 liter.

Mobil Modifikasi Tangki BBM Terpantau Mengisi Solar Beberapa Waktu lalu.
Mobil Modifikasi Tangki BBM Terpantau Mengisi Solar Beberapa Waktu lalu. (hamdan/tribunpalopo.com)

Solar itu kemudian disimpan di bagian utara Kota Palopo. Solar itu dijual ke bosnya dengan harga yang tak banyak.

Solar itu dipasok ke industri di Sulawesi Tengah (Sulteng). Ia mengangkut solar itu dengan mobil tangki mirip milik Pertamina.
Informasinya, Bos dari AS ini tidak hanya beraksi di Palopo, namun juga di wilayah Luwu Raya, dengan menempatkan orang-orang untuk beraksi sama seperti AS.

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah, dalam beberapa kesempatan, menegaskan, jika ada jajarannya bermain di luar aturan, akan ditindak tegas.

Untuk diketahui, harga solar subsidi hanya Rp5.150. Sementara harga dasar solar industri Pertamina area III Sulawersi dan NTB periode Agustus 2019 di kisaran Rp11.600.

Kemudian untuk sektor bisnis, Pertamina menjual solar untuk sektor industri di kisaran Rp12.894, sektor tambang Rp13.374, dan sektor bisnis shipping Rp13.316. (*)

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, @hamdansoeharto_

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Gedung Layanan Perpustakaan Luwu Utara Gunakan DAK Rp 10 Miliar

Wapres Jusuf Kalla Dijadwalkan Iduladha di Makassar

Sisipkan Gaji, Personel Polres Jeneponto Berkurban 52 Ekor Sapi

TRIBUNWIKI: NET TV Jadi Trending Topic Twitter dan Google, Simak Sejarah Berdirinya

DPD Wahdah Islamiyah Bakal Gelar Salat Iduladha di Parkiran Sallo Mall Sengkang

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved