VIDEO: Sidang Taruna ATKP, Pengacara Curiga Pelaku Lebih Satu Orang

Pengacara terdakwa kasus pembunuhan Taruna ATKP Makassar, Muh Rusdi (21) membacakan Pledoi atau pembelaan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengacara terdakwa kasus pembunuhan Taruna ATKP Makassar, Muh Rusdi (21) membacakan Pledoi atau pembelaan.

Sidang lanjutan pembunuhan Taruna ATKP dengan agenda Pledoi ini, digelar di ruang Bagir Manan Pengadilan Negeri (PN) Kota Makassar, Sulsel, Rabu (7/8/2019) sore.

Dalam pembacaan Pledoi itu, terdakwa M Rusdi melalui Penasehat Hukum-nya (PH) Sri Wahyuni (25) mengatakan, kliennya itu memukul korban hanya sebanyak satu kali.

Live Streaming (Siaran Langsung) TV Online, Indosiar Persela vs Persib Bandung via Vidio Premier

Toraja Utara Sambut Kedatangan Penasehat DWP Kemenhub RI di Kete Kesu

Semester I 2019, Jasa Raharja Sulsel Bayar Klaim Santunan Rp 82,6 Miliar

"Sesuai pengakuannya (terdakwa) tanpa berbelit-belit, korban dipukul satu kali saja pada bagian perut," kata PH Sri Wahyuni, saat berlangsungnya sidang tersebut.

Sri Wahyuni mengungkapkan, terdakwa mengaku memukul korban dilingkungan kampus ATKP Makassar sebanyak satu kali, karena tidak menggunakan helm.

"Terdakwa pukul satu kali dan setelah itu korban meninggal, diduga karena kondisi korban sudah lemas, ada dugaan korban dianiaya lebih dulu," lanjut keterangan PH.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tabrani mengatakan, jaksa tetap pada tuntutannya ke terdakwa M. Rusdi dengan tuntutan 10 tahun kurungan.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan yang terjadi Februari 2019 dilakukan terdakwa Rusdi yang merupakan senior taruna pada tingkat dua di kampus ATKP Makassar.

Pada agenda sidang sebelumnya, di ruang sudang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, terdakwa pembunuhan M. Rusdi dituntut kurungan 10 tahun penjara.

Live Streaming (Siaran Langsung) TV Online, Indosiar Persela vs Persib Bandung via Vidio Premier

Toraja Utara Sambut Kedatangan Penasehat DWP Kemenhub RI di Kete Kesu

Semester I 2019, Jasa Raharja Sulsel Bayar Klaim Santunan Rp 82,6 Miliar

Dalam amar putusan itu, terdakwa Rusdi terbukti telah melakukan tindak pidana dengan menghilangkan nyawa juniornya.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved