Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tuai Penolakan, Presiden BEM Unhas Terpilih Janjikan Independensi

Namun kepemimpinannya masih menuai penolakan dari sejumlah Lembaga tingkat Fakultas.

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Ansar
alfian/tribuntimur.com
Presiden BEM Universitas Hasanuddin, Fatir Kasim, saat memperkenalkan diri pada acara Penyambutan Mahasiswa Baru Unhas, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Fatir Kasim resmi menjabat Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode 2019-2020.

Namun kepemimpinannya masih menuai penolakan dari sejumlah Lembaga tingkat Fakultas.

Bahkan saat acara Penerimaan Mahasiswa (PMB) di GOR Unhas, Kamis (8/8/2019) pagi, sejumlah mahasiswa melakukan aksi.

Mereka membentangkan spanduk dan membagikan selebaran terkait penolakan terbentuknya BEM Universitas.

Hanya saja peserta aksi ini langsung dibubarkan sevara paksa oleh pihak keamanan kampus.

Berdasarkan hasil musyawarah yang berlangsung, Rabu (7/8/2019), di Malino, Gowa, hanya delapan Fakultas yang menyatakan ikut bergabung dari total 15 Fakultas yang ada.

Fakultas yang bergabung dan ikut dalam proses pembentukan BEM Unhas yakni Teknik, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Gigi, Keperawatan dan Peternakan.

Serta Hukum, Fakultas Farmasi dan Kedokteran.

Adapun Fakultas yang menolak bergabung yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, MIPA, Ilmu Budaya, Ekonomi dan Bisnis.

Kemudian Pertanian, Kehutanan, serta Kelautan dan Perikanan.

Fatir yang merupakan mahasiswa Teknik ini pun tak memungkiri jika pembentukan BEM Universitas ini memang terjadi pro-kontra.

Hanya saja menurutnya penolakan tersebut merupakan dinamika yang biasa terjadi.

"Hal itu wajar akan adanya perbedaan karena perbedaan itu keniscayaan. Tapi jauh hari sebelum ini terbentuk kita di tingkatan Fakultas sudah melakukan diskusi. Waktu itu wadahnya masih aliansi," ucapnya.

Beberapa alasan utama sejumlah Fakultas tidak ikut bergabung disinyalir lantaran bakal menguatnya intervensi birokrasi, terkait independensi lembaga kemahasiswaan.

Namun Fatir berusaha meyakinkan bahwa hal itu tidaklah akan terjadi di kepengurusannya.

"Masalah independensi yang akan diganggu oleh Birokrasi itu tergantung pemimpinnya nanti. Inikan baru ketakutan-ketakutan tapi bukan fakta," terangnya.

"Biasanya intervensi itu dimaknai oleh teman-teman kalau ada saran dari Birokrasi kita jalankan, padahalkan kalau hanya saran ketika itu baik kenapa tidak kita jalankan."

Kalau saran Birokrasi dipaksakan dijalankan itu baru masalah dan kita harus tolak," tambahnya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @piyann__

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Baca: Padahal Hadir di ILC TV One Kenapa Bos PLN Tak Muncul di Mata Najwa,Pejabat PLN Sudah Konfirmasi

Baca: Vannesa Angel Ungkap Pengalaman Tidur dengan 22 dan 48 Orang, Inilah Rencana Besar Dia Kini

Baca: Bung Karno Punya 9 Istri, Ternyata Ditolak Mentah-mentah Cewek Cantik Ini Sampai Dipanggil ke Istana

Baca: VIRAL Mahasiswa Jatuh Cinta ke Dosen Cantik, Nekat Ngapel saat Tahu Punya Suami Tentara, Selanjutnya

Baca: Link sscn.bkn.go.id, Jadwal Pendaftaran CPNS dan PPK P3K 2019, Formasi dan Sarjana Paling Beruntung

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved