Sambut Pilkada 2020, Aliansi Toraja Lawan Politik Uang Gelar Diskusi

Diskusi rutin tersebut bertujuan menggagas upaya bersama melawan politik uang jelang Pilkada tahun 2020 mendatang.

Sambut Pilkada 2020, Aliansi Toraja Lawan Politik Uang Gelar Diskusi
Brikken
Narasumber dan peserta diskusi publik Aliansi Toraja Lawan Politik Uang berfoto sambil memegang baju kaos dukung gerakan lawan politik uang setelah acara di Tongkonan Sangulele, Kantor BPS Gereja Toraja, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Kamis (08/8/2019) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Masyarakat Toraja tergabung dalam Aliansi Toraja Lawan Politik Uang mengadakan diskusi publik di Tongkonan Sangulele, Kantor BPS Gereja Toraja, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Kamis (08/8/2019) siang.

Diskusi rutin tersebut bertujuan menggagas upaya bersama melawan politik uang jelang Pilkada tahun 2020 mendatang.

Baca: PAN Sulsel Pastikan Tak Usung Eks Napi Korupsi Maju Pilkada 2020

Baca: Pria Asal Sidrap Ditangkap Polisi Edarkan Shabu di Toraja Utara

Baca: ASN Papua Incar Pilkada Toraja Utara

Hadir sebagai narasumber yakni, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua, Ketua Bawaslu Tana Toraja, Serni Pindan, Ketua Bawaslu Toraja Utara, Andarias Duma dan Kepala DPML Tana Toraja, Marida Bungin.

Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt Musa Salusu turut hadir mengatakan, pentingnya memberikan dukungan kepada gerakan lawan politik uang, karena Toraja harus dibangun dengan takut akan Tuhan.

"Pada jaman dulu orang dibeli itu akan dijadikan buda', kemudian jika diberi uang maka yang diberi uang harus tunduk kepada si pemberi," ucap Musa.

Menurut Musa, seharusnya pihak punya keberanian melawan politik uang.

Sementara Kajari Jefri Penanging Makapedua menegaskan, kegiatan diskusi sangat memberikan apresiasi terhadap inisiatif anak muda yang mengagas hal tersebut.

"Yang kemudian kita sudah harus turun ke lembang (desa) bersosialisasi, dan kejaksaan siap untuk membantu," tegas Jefri.

Ketua Bawaslu Tana Toraja maupun Toraja Utara sebagai narasumber turut menyatakan sikap dan merasa terbantu melalui gerakan lawan politik uang.

Bawaslu berharap, gerakan tersebut bisa menjadi mitra bersama membangun pemilu berkualitas, regulasi sudah ada, namun sisa berharap atas partisipasi masyarakat Toraja.

Diskusi dihadiri segenap elemen mulai dari Tokoh lintas agama, petinggi BPS Gereja Toraja, Tokoh Masyarakat, pengurus PWGT, organisasi pemuda se-Toraja.

Mulai dari PP-PPGT, GMKI, PMKRI, GP Ansor, GMNI, Sapma Pemuda Pancasila, Gerakan Milenial Sangtorayan, BEM beberapa Kampus, pemuda muslim Toraja Utara serta sejumlah politisi dan pemerhati Toraya.

Penyelenggara diskusi dari BPS Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui menyampaikan, semua narasumber dan peserta hadir sungguh luar biasa dan memberikan masukan positif.

"Yang selanjutnya kita akan rumuskan rencana tindak lanjut, kami mengajak semua elemen masyarakat Toraja yang memiliki kepedulian, saatnya bersama kita menyatukan gerakan bersama," tutup Alfred. (*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved