Polres Maros Usut Dugaan Korupsi Jembatan Pumbunga, Terduga Pelaku Masih Ditahan Kejari

Jembatan yang dibangun tahun 2018 dengan anggaran Rp 1,095.000.000 tersebut, berada di Kecamatan Tompobulu.

Polres Maros Usut Dugaan Korupsi Jembatan Pumbunga, Terduga Pelaku Masih Ditahan Kejari
net
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Maros, mengusut kasus dugaan korupsi anggaran proyek pembangunan jembatan Pumbunga di Desa Bonto Manurung.

Jembatan yang dibangun tahun 2018 dengan anggaran Rp 1,095.000.000 tersebut, berada di Kecamatan Tompobulu.

Kanit Tipikor Polres Maros, Ipda Slamet Raharjo mengatakan, kasus tersebut diusut berdasarkan adanya laporan warga.

Warga keberatan dengan hasil pekerjaan pihak ketiga yang dinilai tidak maksimal dan terkesan asal-asalan.

"Kami sudah turun  ke lapangan. Pekerjaannya ini baru tujuh  persen," Ipda Slamet Raharjo, Kamis (8/8/2019).

Lantik Direktur PDAM, Bupati Jeneponto Ingatkan Tak Tersangkut Hukum

Majelis Dai Muda Ikut Latih Paskibra Bulukumba

VIDEO: Ratusan Hektare Sawah Kekeringan di Lingkungan Data Maros, Petani Butuh Irigasi

Polres Maros dalami kasus tersebut dan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan rekanan.

Proyek mubazir tersebut dikerjakan oleh CV Taufik.

CV tersebut dipinjam oleh mantan Sekretasis Desa (Sekdes) Bonto Matinggi, Saharuddin.

Sahar kini  ditahan oleh Kejaksaan Negeri Maros, karena terlibat korupsi pembangunan jembatan di desanya.

Korupsi jembatan diduga dilakukannya, saat Saharuddin menjabat Pelaksana tugas.

Halaman
123
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved