OPINI

OPINI - Kurban Itu Merdeka

Berkurban pada hakikatnya adalah deklarasi kemerdekaan. Darah sembelihan yang dikorbankan menyatu dalam cinta ilahi.

OPINI - Kurban Itu Merdeka
handover
Ketua Jurusan Syariah STIBA Makassar Hendra Wijaya Lc MH 

Oleh:
Hendra Wijaya Lc MH
Ketua Jurusan Syariah STIBA Makassar

Rangkaian huruf qa-ra-ba dalam bahasa Arab membentuk kata yang berarti dekat.

Kata ini kemudian banyak terserap dalam bahasa Indonesia seperti kerabat, karib, akrab, korban dan bahkan kurban, semua kosa kata ini bermuara pada satu makna yaitu dekat.

Kata kerabat diartikan keluarga atau famili. Karena keluarga memiliki kedekatan berupa hubungan darah, kata karib pun demikian.

Seorang disebut sahabat karib jika memiliki hubungan pertemanan yang lebih dekat dari sekedar kawan biasa. Hubungan yang lebih intim lagi disebut akrab.

Sedangkan korban dan kurban biasanya dilatarbelakangi rasa cinta yang amat dalam, semakin dekat hubungan cinta seseorang membuatnya semakin rela berkorban untuknya.

Pahlawan kemerdekaan misalnya, rela mengorbankan jiwanya tuk meraih kemerdekaan bangsanya.

Demikian pula kurban, kemurnian cinta kepada Allah diekspresikan dengan penyembelihan hewan kurban.

Benang merah dari semua turunan kata qa-ra-ba tersebut adalah kedekatan emosional yang berunjung pada rasa cinta dan kasih sayang.

Baca: Pakai Sekam dan Kanji, Mahasiswa KKN UNM Buat Bahan Bakar Pengganti Gas, Begini Caranya

Kurban dalam fikih lebih populer dengan istila hudhiyah atau adha yang berarti sesuatu yang dikorbankan. Maka lebaran haji disebut juga iedul adha.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved