Kepala Desa Arabika Sinjai Barat Resmi Jadi Tersangka Hari Ini

Ia ditahan karena diduga melakukan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD).

Kepala Desa Arabika Sinjai Barat Resmi Jadi Tersangka Hari Ini
Dok. Kejari Sinjai
Kejaksaan Negeri Sinjai resmi menjadikan tersangka Kades Arabika 

TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai menahan Kepala Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, A. Baso AG.

Ia ditahan karena diduga melakukan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD).

Kelangkaan Elpiji Diduga karena Agen Nakal, Bupati Pinrang : Tangkap Saja!

Curahan Hati Nagita Slavina Istri Raffi Ahmad Sering Liburan Tapi Tak Bahagia Karena Ini

Temui KPK, Pansus Angket DPRD Sulsel Bahas Pencopotan Pejabat Hingga SK Pokja

Promo Idul Adha, Nginap di Claro Mulai Rp 585 per Malam

Komitmen Bangun Mamasa, Ini yang Akan Dilakukan Sapri Malik Politisi PKB

A. Baso resmi ditahan dan akan dititip di Lapas kelas 1 Makssar. Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (KASI PIDSUS) Harri Surachman, mengungkapkan bahwa yang bersangkutan diduga melakukan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dan perintisan dan pelebaran jalan kurang lebih Rp 400 juta.

Anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa (DDS) tahun anggaran 2017.

Hari mengatakan A. Baso resmi ditetapkan sebagai tersangka Kamis, 8/8/2019 melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor: print-73/R.4.31/Fd.1/08/2019. Penetapan tersangka ini telah melalui ekspose.

Penahanan terhadap tersangka lanjut Hari karena yang bersangkutan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Selain itu juga dikhawatirkan mengulangi perbuatannya, serta ancaman pidananya telah memenuhi syarat penahanan," tuturnya.

Dia menambahkan A. Baso akan ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari Kamis (8/8). Sebelumnya, terhadap tersangka sudah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sinjai.

Kejaksaan Negeri Sinjai resmi menjadikan tersangka Kades Arabika
Kejaksaan Negeri Sinjai resmi menjadikan tersangka Kades Arabika (Dok. Kejari Sinjai)

Tersangka kata Hari diduga melanggar pasal 2, 3 dan 9 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

" Kerugian negara ditaksir sekitar kurang lebih Rp 400 juta dan sementara ini kami masih berkoordinasi dengan BPKP untuk hasil audit resminya," kata Alamsyah.

Sebelumnya Kejari Sinjai juga memeroses seorang Kepala Desa Passimarannu Andi Fajar. Ia diproses hukum karena mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 500 juta lebih. Andi Fajar mengerjakan proyek fisik jalanan dan penahan ombak. Namun pengerjaan tersebut tidak rampung sehingga merugikan uang negara. (*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Kelangkaan Elpiji Diduga karena Agen Nakal, Bupati Pinrang : Tangkap Saja!

Curahan Hati Nagita Slavina Istri Raffi Ahmad Sering Liburan Tapi Tak Bahagia Karena Ini

Temui KPK, Pansus Angket DPRD Sulsel Bahas Pencopotan Pejabat Hingga SK Pokja

Promo Idul Adha, Nginap di Claro Mulai Rp 585 per Malam

Komitmen Bangun Mamasa, Ini yang Akan Dilakukan Sapri Malik Politisi PKB

Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved