Gelar Diklat, Kemenpora Giat Kembangkan Industri Olahraga Lokal

Sandi Suwardi Hasan, Asisten Deputi Industri Dan Promosi Kemenpora mengatakan, melalui diklat diharapkan dapat mengembangkan potensi pelaku usaha

Gelar Diklat, Kemenpora Giat Kembangkan Industri Olahraga Lokal
ist
Peserta Diklat Kemenpora 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -– Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan diklat atau pelatihan dengan tema ‘Tenaga Teknis Manajemen Promosi dan pemasaran Industri Olahraga’. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aryaduta, Makassar mulai Selasa (6/8) hingga Sabtu (10/8).

Diikuti 50 peserta dari instansi pemerintah maupun swasta. Sandi Suwardi Hasan, Asisten Deputi Industri Dan Promosi Kemenpora mengatakan, melalui diklat diharapkan dapat mengembangkan potensi pelaku usaha industri olahraga di masa akan datang. “Kami ingin memberi wawasan kepada peserta pelaku indsutri olahraga agar kedepan bisa berkembang pesat, “ kata Sandi, Kamis (8/8/2019). 

Karena tak dapat dipungkiri, kata dia, perkembangan industri olahraga kian maju di era modern saat ini, sehingga butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul handal di bidang ini.

Ia mencontohkan, tim-tim Liga 1 termasuk PSM Makassar cenderung menggunakan jersey buatan apparel luar negeri, padahal di dalam negeri juga ada apparel lokal yang sebenarnya bisa diandalkan. “Nah, inilah yang ingin kami kikis kedepannya. Melalui perkembangan industri olahraga dalam negeri, kita ingin buatan dalam negeri berjaya, “ kata Sandi.

Selain Sandi, tampil sebagai narasumber adalah Hellen Sarita de Lima, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olimpiade Indonesia (KOI).  Pada diklat tersebut, Hellen menitikberatkan pembahasan untuk Sport Tourism dan Sport Entertainment.

“Sama-sama mengusung olahraga, tapi sport tourism dan sport entertainment berbeda. Sport tourism merupakan even mengkombinasikan olahraga sekaligus bertujuan mempromosikan pariwisata suatu daerah. Melalui keberadaan acara olahraga yang besar, harapannya daerah wisata yang dilalui semakin populer, “ ujarnya.

Sedangkan Sport entertainment lebih fokus pada bagaimana penyelenggara dapat menyajikan hiburan olahraga kepada masyarakat dalam suatu even. “Dalam menyelenggarakan kedua even sport ini sama-sama butuh perencanaan jangka panjang dan matang, “ ia menambahkan.

Dampak positifnya tentu banyak, salah satunya menggerakkan perekonomian wilayah sekitar. (*)

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ilham Mulyawan Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved