Calon Ibu Kota Negara Mengerucut Jadi 3 Provinsi di Pulau Kalimantan, Presiden Jokowi Pilih Mana?

Dari lima provinsi yang ada di Pulau Kalimantan, Presiden Jokowi mengungkapkan lokasi ibu kota negara yang baru mengerucut jadi tiga provinsi.

Calon Ibu Kota Negara Mengerucut Jadi 3 Provinsi di Pulau Kalimantan, Presiden Jokowi Pilih Mana?
Instagram
Calon Ibu Kota Negara Mengucut Jadi Tiga Provinsi di Pulau Kalimantan, Presiden Jokowi Pilih Mana? 

Warga masih menggarap lahannya sendiri, karena mayoritas berprofesi sebagai petani. Menurutnya, Kaltim khususnya Kecamatan Samboja dinilainya cukup layak untuk dijadikan ibukota melihat letak geografis strategis, sudah dilalui jalan tol dan diapit dua bandara.

Presiden Jokowi mengumumkan tiga provinsi yang menjadi kandidat kuat lokasi ibu kota negara yang baru
Presiden Jokowi mengumumkan tiga provinsi yang menjadi kandidat kuat lokasi ibu kota negara yang baru (Instagram)

Dia berharap, jika benar Kaltim, khususnya Samboja ditunjuk sebagai lokasi ibukota negara, pemerintah tidak merugikan masyarakat.

Sebaliknya, justru menyejahterakan masyarakat dengan adanya pembangunan di ibukota.

Baca: Kritik Jokowi Soal Pindah Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan, Fahri Hamzah Usul ke Pulau Reklamasi

Baca: TRIBUNWIKI: Jadi Lokasi Ibu Kota Baru, Ini Potensi Pulau Kalimantan, dan Sejarahnya

Saat ditanyakan soal beberapa petanda yang terpasang di sekitar Kelurahan Bukit Merdeka, Antonius belum mengetahui dan belum ada laporan yang masuk ke kelurahan.

"Belum ada laporan kalau ada dipasang patok di beberapa tempat," ucapnya

Usut punya usut, penanda yang dipasang di beberapa tempat sekitar Kecamatan Samboja untuk persiapan ibukota RI tersebut milik Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dipasang untuk menentukan titik koordinat wilayah.

Patok Geospasial merupakan aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak dan posisi suatu objek dan kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Sementara, Ketua LPM Kelurahan Bukit Merdeka Samboja, Irfan menjelaskan, keberadaan penanda Geospasial tersebut sempat menghebohkan masyarakat.

Bagaimana tidak, menurutnya, dengan adanya wacana ibukota akan dipindahkan ke Kaltim, patok (penanda) tersebut muncul tanpa diketahui kapan dan siapa yang memasangnya.

"Ada tiga titik penanda ditemukan warga, yakni di Km 48, RT 5, Bukit Merdeka ini, dan wilayah Batu Dinding. Tiga patok itu satu wilayah Kelurahan Bukit Merdeka," ujar Irfan.

Halaman
1234
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved