5 Fakta Warga Jaminkan Motor untuk Bawa Jenazah Ayah Pulang, Alasan Rumah Sakit Kurang Rp 5 Juta

5 Fakta Warga Jaminkan Motor untuk Bawa Jenazah Ayah Pulang, Alasan Rumah Sakit Kurang Rp 5 Juta

5 Fakta Warga Jaminkan Motor untuk Bawa Jenazah Ayah Pulang, Alasan Rumah Sakit Kurang Rp 5 Juta
ISTIMEWA
5 Fakta Warga Jaminkan Motor untuk Bawa Jenazah Ayah Pulang, Alasan Rumah Sakit Kurang Rp 5 Juta 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kasus Lilik Puryani, warga Desa Gondang Karang Rejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang mengaku terpaksa menjaminkan sepeda motor yang dimilikinya untuk membawa pulang jenazah bapaknya Sabaruddin, menjadi sorotan.

Lilik mengatakan, dirinya terpaksa melakukuan itu karena tak ada uang untuk membayar biaya rumah sakit yang jumlahnya mencapai lebih dari Rp 6 juta.

Sementara itu, pihak RSI Siti Aisyiah Madiun menjelaskan, hal itu sudah sesuai prosedur bahwa biaya pasien harus dibayar lunas sebelum keluar dari rumah sakit.

Menurut pihak rumah sakit, keluarga pasien juga mengalami keterlambatan dalam pembiayaan premi BPJS.

Baca: Dulu Naik Rp 20 Ribu, Berapa Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kali Ini? Penyebabnya & Komentar Menkes

Baca: Tak Ditanggung BPJS, Petani ini Dipulangkan dalam Kondisi Kritis Gegara Biaya Operasi Rp 150 Juta

Baca: 7 Fakta Gadis Kalimantan Jual Ginjal untuk Berobat Adik, Kronologi, Status BPJS & Respon Pemerintah

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Jaminkan Honda Beat dan uang Rp 500.000

Kabag Keuangan RSI Siti Aisyiah Kota Madiun, Fitri Saptaningrum didampingi Humas dan Pemasaran , Syarif Hafiat memberikan penjelasan terkait sepeda motor yang menjadi jaminan di rumah sakit untuk pemulangan jenazah warga Magetan, Selasa (6/8/2019).(MUHLIS AL ALAWI)
Kabag Keuangan RSI Siti Aisyiah Kota Madiun, Fitri Saptaningrum didampingi Humas dan Pemasaran , Syarif Hafiat memberikan penjelasan terkait sepeda motor yang menjadi jaminan di rumah sakit untuk pemulangan jenazah warga Magetan, Selasa (6/8/2019).(MUHLIS AL ALAWI) (Kompas.com)
 

Setelah menjaminkan satu unit sepeda motor Honda Beat dan surat kendaraan beserta uang Rp 500.000, Lilik akhirnya bisa membawa pulang jenazah ayahnya untuk dimakamkan, pada Minggu (4/8/2019).

"Bapak saya masuk rumah sakit hari Sabtu dan meninggal hari Minggu dengan menggunakan BPJS,” ujar Lilik saat dihubungi, Senin (5/8/2019).

Lilik menjelaskan, jumlah total mencapai lebih dari Rp 6 juta. Dia mengaku heran dengan alasan rumah sakit yang mengaku biaya sebesar itu untuk melunasi biaya denda keterlambatan BPJS.

2. Penjelasan pihak rumah sakit

Ilustrasi rumah sakit.
Ilustrasi rumah sakit.(Shutterstock)
Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved