Citizen Reporter

Tak Kuasa Menahan Tangis, Bermaaf-maafan sebelum Kembali ke Mekah

Mereka akan berkumpul dengan jutaan jemaah lain dari seluruh dunia di suatu padang yang diibaratkan sebagai gambaran sekilas Padang Masyhar

Tak Kuasa Menahan Tangis, Bermaaf-maafan sebelum Kembali ke Mekah
citizen reporter
Jemaah haji khusus asal Indonesia yang diberangkatkan oleh Tazkiyah Tour berpose bersama dengan latar Masjid Nabawi, Madinah. 

Laporan Nur Aisyah Muh Ramli Jemaah haji khusus Tazkiyah Tour dari Madinah

TRIBUN-TIMUR.COM - Puncak ibadah haji kian dekat. Sabtu (10/8/2019) para jemaah calon haji sudah harus berada di Arafah, menjalani prosesi wukuf.

Sebanyak 126 jemaah haji khusus Tazkiyah Tour yang sudah sembilan hari di Madinah pun sedang bersiap bergerak ke Mekah. Saat laporan ini diketik, rombongan yang terbagi dalam empat bus sudah di dalam kendaraan.

Dalam balutan pakaian ihram, mereka terus bertalbiyah. Mereka dijadwalkan singgah di Bir Ali dan melaksanakan salat sunat. Kira-kira sore waktu setempat atau malam waktu Indonesia, mereka tiba di rumah transit.

Para jemaah berangkat ke Mekah dengan perasaan penuh haru. Sebab klimaks dari segala ibadah yang mereka lakukan dalam dua pekan ini sudah di depan mata. Mereka akan berkumpul dengan jutaan jemaah lain dari seluruh dunia di suatu padang yang diibaratkan sebagai gambaran sekilas Padang Masyhar di hari kemudian.

Agar semuanya berjalan lancar, mereka tak henti berdoa. Dan habluminannas-nya pun diperkuat. Di Nozol Royal Inn, Madinah, para jemaah wanita terlihat saling berangkulan. Satu sama lain saling meminta maaf. Air mata haru tak tertahankan.

Para jemaah memang sudah seperti keluarga. Sudah setengah bulan mereka bersama. Dari Makassar, Mekah, Madinah, kemudian akan balik lagi ke Mekah. Mereka saling berbagi suka dan duka.

Beberapa waktu lalu ada jemaah yang suaminya di kampung halaman meninggal dunia. Jemaah lain menjadi pelipur lara, yang terus mengingatkan agar bersabar.

Hal yang juga membuat adanya kekeluargaan adalah alat timbangan. Hanya satu alat timbangan yang digilir di semua kamar. Kadang ada yang bingung mencari, ada juga yang usil pura-pura tidak tahu. Semuanya menjadi kisah tersendiri yang mengikat para jemaah dalam persaudaraan.

Sebentar lagi jemaah akan tiba di Mekah. Menempati rumah transit dan terus menjaga hati dan diri. Mina, Arafah, dan Muzdalifah sudah menanti. Terima kasih ya Allah atas undanganmu. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved