Polres Wajo Cium Aroma Korupsi ADD dan DD Desa Botto

Dugaan korupsi tersebut pun kini memasuki babak baru; tahap penyidikan, setelah sebelumnya dilakukan gelar perkara di Polda Sulsel.

Polres Wajo Cium Aroma Korupsi ADD dan DD Desa Botto
Hardiansyah/Tribun Timur
Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Bagas Sancoyoning Aji 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Unit Tipidkor Polres Wajo mencium aroma korupsi pada sejumlah proyek fisik dan program pemberdayaan masyarakat di Desa Botto, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo diduga fiktif.

Diketahui, proyek dan program yang diduga fiktif tersebut bersumber dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 dan 2018.

Dugaan korupsi tersebut pun kini memasuki babak baru; tahap penyidikan, setelah sebelumnya dilakukan gelar perkara di Polda Sulsel.

"Statusnya sekarang kita naikkan jadi penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi ADD dan DD Desa Botto, Kecamatan Takkalalla," kata Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas Sabcoyoning Aji, Rabu (7/8/2019).

Lebih lanjut, pihak kepolisian pun telah memeriksa 23 orang saksi, termasuk 1 saksi ahli dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Diduga, proyek pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pemerintah Desa Botto tidak sesuai dengan RAB dan petunjuk teknis.

"Dalam pengelolaan anggaran tersebut tidak sesuai dengan RAB, juknis dan LPJ yang dibuat oleh pemerintah desa dengan fakta di lapangan. Sehingga kuat dugaan ada penyalahgunaan keuangan negara yang mengakibatkan kerugian negara," katanya.

Saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka. Untuk kerugian negara pun masih dalam tahap penghitungan oleh BPKP Sulawesi Selatan. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved