Pemkab Pangkep Minta warga Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Pantauan TribunPangkep.com, imbauan itu terpasang di sejumlah ruas jalan dan tempat umum di Kabupaten Pangkep.

Pemkab Pangkep Minta warga Kurangi Penggunaan Kantong Plastik
Munjiyah/Tribun Timur
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik di Tugu Bambu Runcing, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melalui Dinas Lingkungan Hidup mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik.

Pantauan TribunPangkep.com, imbauan itu terpasang di sejumlah ruas jalan dan tempat umum di Kabupaten Pangkep.

Jelang Idul Adha, Polsek Walenrang Amankan Ratusan Liter Ballo

HUT ke-95, PDAM Makassar Siapkan Diskon 50 Persen Pemasangan Baru

Jelang Iduladha, Harga Daging Ayam Turun di Pasar Sentral Sengkang

Sudah LDR Korea-Taiwan, Yusuf Tertipu Wajah Kekasih 2 Tahun, Padahal Sudah Siap Nikah, Foto Siapa?

Rayakan HUT ke-21, GMTD Hadirkan Posko Pemadam Kebakaran untuk Warga Tanjung Bunga dan Tamalate

Salah satunya terlihat di tempat umum, Tugu Bambu Runcing Pangkep. Spanduk berukuran 1x4 bertuliskan 'Selamatkan Bumi Kita dari Sampah Plastik'.

Selain mengurangi penggunaan kantong plastik, imbauan tersebut juga berharap masyarakat menggunakan keranjang ramah lingkungan.

Sementara itu salah satu pedagang campuran di Pasar Sentral Kabupaten Pangkep, Ridwan (35) menuturkan imbauan itu belum dia ketahui.

"Saya belum tahu kalau ada imbauan seperti itu," kata Ridwan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik di Tugu Bambu Runcing, Rabu (7/8/2019).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik di Tugu Bambu Runcing, Rabu (7/8/2019). (Munjiyah/Tribun Timur)

Dia menambahkan, dirinya mengakui jika melayani pembeli untuk kemasan belanjaannya dengan kantong plastik selama ini.

"Iya, kalau pembeli datang, barang-barangnya saya kasi kantong plastik, karena hanya itu yang ada," ujarnya, Rabu (7/8/2019).

Ridwan menuturkan, tidak ada alat lain yang tersedia untuk mengemas belanjaan pembeli.

"Ada juga pembeli yang membawa tempat sendiri, misalnya tas terbuat dari plastik yang bisa dipakai berulang kali,  tetapi pembeli seperti itu jarang membawa," jelasnya. (*)

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved