Nenek Asal Pakistan Menjahit Al Quran 30 Juz Selama 32 Tahun, Diwakafkan di Museum Al Quran Madinah

Naseem menjahit tulisan Al Quran 30 juz selama 32 tahun, dari tahun 1986 hingga 2018. Begitu cinta dan hormatnya kepada Al Quran.

Nenek Asal Pakistan Menjahit Al Quran 30 Juz Selama 32 Tahun, Diwakafkan di Museum Al Quran Madinah
dok.tribun
Dr Andi Muhammad Akmal (kanan) bersama Pemandu Museum Al Quran di Madinah, M Taufiq Lc (tengah) 
Dr H Andi Muhammad Akmal, S.Ag.M.HI (tengah)
Dr H Andi Muhammad Akmal SAg MHI (tengah) 

 Dr H Andi Muhammad Akmal SAg MHI
Dosen UIN Alauddin Makassar Dpk UIM/Petugas Haji PIHK Ananda Group
Melaporkan dari Madinah

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Tulisan tangan Al Quran sudah banyak diproduksi di Indonesia, termasuk di Sulsel. Tapi, jahitan tangan Al Quran masih terbilang langka.

Mushaf Al Quran yang dijahit tangan saat ini menjadi salah satu koleksi di Museum Al Quran di Madinah. Kami berkesempatan membaca l Quran jahitan tangan itu di Museum Al Quran Madinah, Senin (5/8/2019).

Pemandu Museum Al Quran di Madinah, M Taufiq Lc, yang menerima Jamaah Haji Khusus PIHK Ananda Group saat berkunjung di museum di depan Pintu 5 Masjid Nabawi ini, menjelaskan asal usull Al Quran jahitan tangan itu.

Al Quran jahitan tangan yang dijahit nenek 62 tahun asal Pakistan, Naseem Akhtar, yang tersimpan di Museum Al Quran Madinah
Al Quran jahitan tangan yang dijahit nenek 62 tahun asal Pakistan, Naseem Akhtar, yang tersimpan di Museum Al Quran Madinah (dok.tribun)

Menurut Taufiq, pemandu asal Jawa Tengah tersebut, Al Quran itu dijahit Naseem Akhtar, nenek berusia 62 tahun dari Pakistan.

Naseem menjahit tulisan Al Quran 30 juz selama 32 tahun, dari tahun 1986 hingga 2018. Begitu cinta dan hormatnya kepada Al Quran.

“Beliau, sangat menjaga wudhu dan hati-hati menjahit tulisan Al Quran. Bahkan dalam sehari, hanya mampu menulis satu sampai dua halaman. Ukurannya, 42 x 70 cm per halaman, Total beratnya 60 kg. Terbuat dari kain katun n menggunakan benang bordir berwarna emas,” jelas Taufiq.

Setelah, selesai jahitannya, Naseem mengirim Al Quran tersebut ke Lembaga Tashih dan Majelis Ulama Pakistan untuk dikoreksi. Kemudian dia mewakafkannya kepada Museum Al Quran di Kawasan Masjid Madinah. Dengan, harapan, mendapatkan pahala dan berkah berdekatan dengan Masjid Rasulullah SAW.

Di Museum tersebut, dapat disaksikan tulisan Al Quran kuno, pemutaran film kemukjizatan Alquran, Lemari Penyimpanan Alquran dari Mesir, wakaf dari Aminah, Toko Mushaf Al Quran.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved