Bawa Piala Indonesia ke Rujab Gubernur, CEO PSM Minta Kejelasan Status Stadion Mattoanging

Menurut Appi, sapaan Munafri Arifuddin, kejelasan status stadion Mattoangin diperlukan untuk pembangunan stadion bertaraf internasional.

Bawa Piala Indonesia ke Rujab Gubernur, CEO PSM Minta Kejelasan Status Stadion Mattoanging
Muslimin Emba/Tribun Timur
CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin, bersama official dan pemain membawa Piala Indonesia ke rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu (7/8/2019) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, bersama official dan pemain membawa Piala Indonesia 2018 ke rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu (7/8/2019) sore.

Kedatangan tim yang berhasil menjuarai Piala Indonesia 2018 itu disambut Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam sambutannya, Munfari Arifuddin meminta kejelasan status kepemilikan stadion Andi Mattalatta Mattoangin Makassar, yang selama ini menjadi markas Laskar Phinisi.

Menurut Appi, sapaan Munafri Arifuddin, kejelasan status stadion Mattoangin diperlukan untuk pembangunan stadion bertaraf internasional.

Pasalnya, kata Appi, selama mengikuti gelaran Asian Football Confederation (AFC) musim lalu, M Rahmat Cs yang harusnya bermain kandang terpaksa nebeng ke stadion lain dikarenakan stadion Mattoangin tidak memenuhi standar.

"Empat kali kami bertanding kandang di piala Asia, dimana kami bertanding di empat negara yang harusnya empat pertandingan itu dilangsungkan di Kota Makassar. Akan tetapi stadion kami (Mattoangin) tidak memenuhi persyaratan untuk pertandingan bertaraf internasional," kata Appi dalam sambutannya.

Atas kondisi itu, sambung Appi, pihaknya pun meminta kepada Pemerintah Provinsi Sulsel untuk segera memperjelas kepemilikan stadion Mattoangin.

"Untuk itu, kami dari seluruh pemain, manajemen dan official dari PSM Makassar, memohon kepada bapak wakil gubernur (Andi Sudirman Sulaiman) dalam hali ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami melihat untuk seceepatnya kita menentukan siapa sebenarnya pemilik Stadion Andi Mattalatta Mattoangin Makassar," ujar Appi.

Jika status kepemilikan stadion yang berlokasi di Jl Cendrawasih itu telah jelas, kata Appi, pihaknya dapat berpikir untuk menjalin kerjasama agar stadion tua tersebut dapat dibenahi.

"Kalau itu miliknya pemerintah provinsi, kami mengusulkan untuk dikucurkan dana perbaikan, kita hitung-hitung ini tidak lebih Rp 10 milliar," ungkap Appi.

Dan, jika kepemilikan stadion itu merupakan milik Yayasan Olahraga Sulsel (YOSS), lanjut Appi, pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan pihak YOSS untuk melakukan perbaikan.

Menurut Appi, persoalan stadion Andi Mattalatta Mattoangin bukan hanya menyangkut soal PSM Makassar semata.

"Ini melulu bukan hanya menyangkut masalah PSM, ini akan menyangkut ekpose daerah yang berlebih-lebihan. Contohnya penonton yang siap, mereka kita lihat begitu antusias, animo warga Kota Makassar dan Sulawesi Selatan ini," tuturnya.

Saat ini, kata Appi, Stadion Mattoangin hanya mampu menampung penonton maksimal 14 ribu orang. Sementara, animo warga Kota Makassar dan sejumlah kabupaten yang ada di Sulsel begitu antusias berdatangan menyaksikan laga tim Juku Eja.

PSM Makassar keluar sebagai juara Piala Indonesia setelah sukses membungkam tim tamu Persija Jakarta pada final leg ke-2 Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Selasa malam.(tribun-timur.com).

Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved