6886 Peserta BPJS Kesehatan PBI di Pangkep Dinonaktifkan

Penonaktifan berlaku bulan ini, setelah Dinas Sosial Pangkep menerima pemberitahuan dari Kementerian Sosial RI.

6886 Peserta BPJS Kesehatan PBI di Pangkep Dinonaktifkan
munjiyah/tribunpangkep.com
Kepala Dinas Sosial Pangkep, Hj Najemiah di Ruang Kerjanya, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Sebanyak 6.886 peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Pangkep yang masuk tanggungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinonaktifkan kepesertaannya.

Jumlah ini dari total penerima PBI APBN 148.816 jiwa.

Penonaktifan berlaku bulan ini, setelah Dinas Sosial Pangkep menerima pemberitahuan dari Kementerian Sosial RI.

"Jumlah 6.886 ini secara otomatis sudah dinonaktifkan. Semua ini merujuk kepada SK Menteri Sosial nomor 79/HUK/2019 tentang penonaktifan dan perubahan data peserta PBI APBN tahun 2019," kata Kepala Dinas Sosial Pangkep, Hj Najemiah di Ruang Kerjanya, Rabu (7/8/2019).

Najemiah menyebut, penonaktifan ini karena beberapa faktor. Salah satunya sudah ada penerima yang mampu membayar sendiri, tetapi masih menerima.

"Pekerja mandiri yang pindah kelas dari awalnya kelas 3 yang ditanggung menjadi kelas 2 mandiri, kemudian ada data ganda, NIK tidak valid dan beberapa faktor sesuai kriteria fakir miskin dari Kemensos," ujarnya.

Penonaktifan ini kata Najemiah juga dilakukan untuk memberi ruang memverifikasi nama-nama yang tercantum dalam daftar.

"Jadi nama-nama ini mau diverifikasi dulu. Saya sudah kirim  ke desa/lurah untuk memastikan warganya sesuai kriteria dan arahan dari Kemensos," ungkapnya.

Usai diverifikasi, nama-nama penerima tersebut dikembalikan ke Dinas Sosial Pangkep untuk diusulkan dan dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah (APBD) 2019-2020.

"Jadi, kami kembalikan ke desa dan lurah, mereka yang verifikasi warganya. Kalau memang layak yah dimasukkan, tetapi kalau sudah mampu dikeluarkan," jelasnya.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved