OPINI

OPINI - Kepemimpinan dan Pelaku Kebijakan

Oleh karena pandangan jauh ke depan almarhum, nampaknya masih sulit untuk ditandingi.

OPINI - Kepemimpinan dan Pelaku Kebijakan
AM Sallatu

Oleh:
AM Sallatu
Koordinator Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia (JiKTI)

Perlu lebih ditegaskan lagi, mengapa cerdas otak patut disoal? Oleh karena para pengayom masyarakat tidak bisa hanya berpikir dan berprilaku sebagai kuasa pembuat aturan (rules supplier).

Jiwa dan semangat mereka harus berada di tengah kehidupan masyarakat yang diayominya, sehingga yang mereka (para pengayom ini) butuhkan lingkungan kondusif untuk mengembangan fasilitasi, sebagai principal supplier.

Disinilah cerdas otak dari kepemimpinan, yang mengindikasikan bijak dan berkarakter itu menjadi sangat mendasar pentingnya.

Rules, lebih banyak membutuhkan otak cerdas. Para pangayom karena itu perlu disadarkan dan diyakinkan bahwa kehidupan telah berkembang sangat dinamis.

Kebutuhan akan principal agent harus lebih mengemuka. Untuk itu, melalui kepemimpinan, yang perlu diciptakan adalah lingkungan agar komitmen atas prinsip-prinsip dasar berkembang subur.

Lingkungan seperti ini tidak akan pernah hadir dalam suasana gamang dan labil, apalagi kalau penuh dengan intrik pendiktean dan pengancaman.

Dalam kaitan semua diataslah perlu ada kehati-hatian dalam membandingkan kepemimpinan yang pernah menjadi suguhan dalam kehidupan di daerah ini.

Kepemimpinan Amiruddin patut dipahami secara kritis.

Pak Amir almarhum hadir dan hidup dalam kondisi lingkungan yang berbeda dengan apa yang ada saat ini. Tetapi memang menarik bila sisi otak cerdas almarhum yang diamati.

Baca: Unismuh Bakal Kembangkan Pembibitan Ayam Kampung Unggul

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved