Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Sejarah Bendera Merah Putih, Kebanggaan Indonesia

Dalam sejarah, merah putih juga diambil dari mitologi bangsa Austronesia, yaitu warna merah (tanah) dan putih (langit).

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bendera adalah salah satu lambang negara yang dikibarkan.

Seperti dilansir bobo.grid.id dan wikipedia.com, bendera merah putih adalah bendera kehormatan bangsa Indonesia.

Bagaimana sejarah bendera merah putih?

Sejarah

Bendera merah putih dulu dipakai oleh kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia.

Dalam sejarah, merah putih juga diambil dari mitologi bangsa Austronesia, yaitu warna merah (tanah) dan putih (langit).

Konon, warna merah dan putih terinspirasi dari warna panji Kerajaan Majapahit dengan sembilan garis merah dan putih.

Sebelumnya bendera warna ini juga pernah digunakan saat Jayakatwang melawan Kertanegara dari Kerajaan Singosari.

Menurut seorang Guru Besar sejarah dari Universitas Padjajaran Bandung, Mansyur Suryanegara semua pejuang Muslim di Nusantara menggunakan panji-panji merah dan putih dalam melakukan perlawanan, karena berdasarkan hadits Nabi Muhammad.

Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang-pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.

Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa warna merah dan putih berasal dari bendera rasulullah yang berwarna merah dan putih.

Namun, hal ini terbantahkan oleh al-Mubarakfuri, penulis Sirah Nabawiyyah, yang menyatakan bahwa bendera rasulullah berwarna putih.

Di zaman kerajaan Bugis Bone, Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone. Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.

Panji kerajaan Badung yang berpusat di Puri Pamecutan juga mengandung warna merah dan putih, panji mereka berwarna merah, putih, dan hitam yang mungkin juga berasal dari warna Majapahit.

Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda.

Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Bendera ini resmi dijadikan sebagai bendera nasional Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan resmi digunakan sejak saat itu pu

Sebagai wujud protes dan nasionalisme melawan Belanda, pengibaran bendera merah putih ini terjadi di pulau Jawa tahun 1928.

Pada saat itu Indonesia dalam penjajahan Belanda dan pengibaran bendera dilarang oleh para tentara Belanda.

Tahun 1940 Jepang menginvasi Indonesia.

Gerakan-gerakan nasionalisme mulai bermunculan.

17 Agustus 1945

Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, saat Soekarno menyatakan Proklamasi Indonesia.

Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno, menjahit bendera pertama pada tahun 1944.

Bahannya dari katun Jepang berukuran 276x 200 cm.

Tahun 1946-1968, bendera tersebut dikibarkan hanya pada saat 17 Agustus saja.

Sejak tahun 1969, bendera itu tidak berkibar lagi karena sobek, tapi disimpan di Istana Merdeka.

Sesudah tahun 1969, bendera duplikat dikibarkan tiap 17 Agustus.

Bendera duplikat ini terbuat dari sutera.

Arti

Bendera merah putih Indonesia melambangkan semangat Indonesia untuk lepas dari penjajahan Belanda.

Merah artinya keberanian, berani melawan penjajah.

Putih melambangkan kesucian, niat suci para pahlawan dan rakyat untuk membela dan memperjuangkan kemerdekaan negeri Indonesia tercinta.

Dalam Pasal 35 Undang Undang Dasar 1945, Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.

Pengibaran bendera merah putih dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan dan mensyukuri kemerdekaan Indonesia.

Setengah Tiang

Bendera setengah tiang berasal dari abad 17.

Tradisi ini diperkenalkan oleh para pelaut Inggris dan diikuti oleh negara-negara lain hingga sekarang.

Sejak tahun 1612, kapten kapal Inggris Heart's Ease meninggal dalam perjalanan ke Kanada.

Penumpang kapal mengibarkan bendera kebangsaan Inggris untuk menghormati mendiang kapten.

Bendera tersebut tidak dikibarkan di ujung tiang. 

Bendera setengah tiang adalah bendera yang dikibarkan di tengah-tengah tiang.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan perkabungan.

Saat mengibarkan bendera setengah tiang, bendera tersebut harus ditarik hingga mendekati puncak tiang untuk beberapa saat, kemudian diturunkan menjadi setengah tiang.

Ketika diturunkan, bendera tersebut harus dinaikkan mendekati puncak tiang, kemudian diturunkan sepenuhnya.

Yuk, kita sungguh-sungguh menghormati bendera merah putih.

Menghormati bendera merah putih sama dengan menghormati jasa para pahlawan dan kemerdekaan Indonesia.

Larangan

Setiap orang dilarang:

  1. Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;
  2. Memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
  3. Mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
  4. Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
  5. Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved