Citizen Reporter

MD KAHMI Makassar Gelar Diskusi Pencekalan Organisasi Kampus dan Radikalisme Mahasiswa

MD KAHMI Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion dengan tema Perguruan Tinggi dan Ancaman Radikalisme di ruang ortopedi, RS Unhas

MD KAHMI Makassar Gelar Diskusi Pencekalan Organisasi Kampus dan Radikalisme Mahasiswa
Citizen Reporter/Sahman AT
Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion dengan tema Perguruan Tinggi dan Ancaman Radikalisme di ruang ortopedi, Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Kamis (1/8/2019). 

Citizen reporter, Sahman AT, S.Sos.,Ketua panitia/Pengurus MD KAHMI Kota Makassar

Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion dengan tema Perguruan Tinggi dan Ancaman Radikalisme di ruang ortopedi, Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Kamis (1/8/2019).

Sahman AT, selaku ketua panitia dan pengurus MD KAHMI Kota Makassar menjelaskan ide yang melatar belakangi digelarnya FGD tersebut.

Menurutnya, akhir-akhir ini, isu radikalisme sering menjadi pembahasan publik di Indonesia. Banyaknya kejadian dengan mengatasnamakan jalan jihad, seperti tindakan pengeboman, bom bunuh diri, dan teror lainnya, diduga terjadi karena adanya paham-paham radikal atau radikalisme.

Banyaknya ormas Islam yang dianggap melakukan kaderisasi untuk melakoni jalan jihad, banyaknya masjid yang dianggap sudah terpapar oleh paham radikal, dan penceramah yang disinyalir menyebarkan paham-paham radikal melalui mimbar masjid.

"Terakhir, adanya hasil riset yang di rilis oleh Badan Intelejen Negara (BIN), mengungkapkan data, bahwa ada 39% mahasiswa di 15 Provinsi yang sudah terpapar radikalisme, nilai presentasi yang sangat menghawatirkan" ujarnya.

Berdasarkan fenomena tersebut, Pengurus MD KAHMI Kota Makassar melakukan kegiatan diskusi untuk mengenali paham-paham radikal, dan bagaimana mencari solusinya.

Diskusi ini menghadirkan narasumber guru besar Fakultas Kedokteran Unhas yg juga mantan Rektor Unhas dua periode, Prof Dr dr Idrus A Paturusi, SpBO FICS, dan Ketua MD KAHMI Kota Makassar sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Unhas Prof Dr A Pangerang Moentha SH MH DFM dan dipandu Dr Bastian Jabir Pattara SKom MSi, dosen pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang dan Pengurus KAHMI Sulsel.

Dalam diskusi tersebut, Prof A. Pangerang, mengungkap bahwa radikalisme lahir dari respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung, tidak sejalan dengan harapan.

"Radikalisme sebenarnya istilah baru, zaman orba kita lebih kenal dengan istilah fundamentalism, sama-sama lahir dari respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung yang tidak sejalan dengan harapan", tutur Pangerang.

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved