Keluhkan Pungutan di Pasar Rakyat Maros Baru, Pedagang: Uangnya Diapakan?

Pedagang di Pasar Rakyat Maros Baru mengeluhkan adanya pungutan yang wajib disetor, setiap mereka berjualan.

Keluhkan Pungutan di Pasar Rakyat Maros Baru, Pedagang: Uangnya Diapakan?
TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN
Pedagang Pasar Rakyat Maros Baru, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasar ini sepi pengunjung setiap pekannya. 

TRIBUN-MAROS.COM, MAROS BARU - Pedagang di Pasar Rakyat Maros Baru mengeluhkan adanya pungutan yang wajib disetor, setiap mereka berjualan.

Padahal kondisi pasar yang diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, pada 2017 silam itu, sepi pengunjung sejak dua tahun terakhir.

Pasar yang dulunya buka setiap Senin, Kamis, dan Sabtu setiap pekannya, kini hanya buka dua kali sepekan.

Baca: Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Pasar yang Diresmikan Jokowi di Maros Sepi Pembeli

Baca: Operasi Antik Lipu, Polres Maros Gagalkan Peredaran Ribuan Obat Daftar G

Baca: Pelatih Paskibra Maros 2019 Rapat Penentuan Komposisi Pasukan

Bahkan terkadang tidak buka dalam sepekannya, karena sepinya pembeli.

"Ada pungutan seribu hingga dua ribu rupiah setiap harinya, dan itu tanpa karcis. Kami juga tidak tahu, uangnya diapakan," kata seorang pedagang, Hj Halijah (48), kepada tribun-maros.com, Jumat (2/8/2019).

Kondisi Pasar Rakyat Maros Baru, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), sepi pengunjung setiap pekannya.
Kondisi Pasar Rakyat Maros Baru, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), sepi pengunjung setiap pekannya. (TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN)

Bukan hanya itu, kata dia, pedagang juga diwajibkan membayar iuran setiap bulannya.

Setiap kios dipungut iuran Rp 30 ribu, sedangan lapak Rp 12 ribu setiap bulannya.

"Kami hanya bayar kepada petugas pasar yang datang menagih. Sebenarnya memberatkan, karena pembeli yang datang sepi sekali," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RT setempat, Syarifuddin (50), yang juga mempertanyakan pungutan tersebut.

Pasalnya kata dia, tidak ada fasilitas yang diberikan ke pedagang.

Halaman
123
Penulis: Amiruddin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved