640 Remaja Papua Dilatih Bela Negara di Gowa

Staf Ahli Menristek Dikti, Heri Purwanto mengatakan, diklat bela negara ini dihelat untuk melahirkan mahasiswa yang tangguh.

640 Remaja Papua Dilatih Bela Negara di Gowa
Ari Maryadi/tribun Timur
Penutupan Diklat Bela Negara bagi calon mahasiswa Papua di Mako Rindam Hasanuddin, Jl Poros Malino, Kabupaten Gowa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Sebanyak 640 calon mahasiswa menyelesaikan Diklat Bela Negara di Mako Ringdam XIV Hasanuddin, Jl Poros Malino, Jumat (2/8/2019) pagi.

Para peserta Diklat Bela Negara ini berasal dari Provinsi Papua dan Papua Barat.

5 Fakta Ismi Hidayah, Driver Ojol Cantik Viral karena Joget-joget di Nikahan Mantan, Bukannya Nangis

HUT ke 10, CISC Regional Makassar Agendakan Camp Ceria, Hingga Bersih-bersih Hutan

Peringatan Hari Jadi ke-474 Majene, FPTM Wahana Gali Nilai Budaya Mandar

ACT Bersama Bank Muamalat Bakal Gelar Gerakan Bersih-Bersih Seri ke-3, Gabung Yuk

Pemenuhan Hak-hak Politik Masyarakat di Sulbar Menurun

Mereka digembleng layaknya prajurit militer selama lima hari, terhitung Senin (29/7/2019) hingga Jumat (2/8/2019).

Staf Ahli Menristek Dikti, Heri Purwanto mengatakan, diklat bela negara ini dihelat untuk melahirkan mahasiswa yang tangguh.

Para remaja Papua dilatih fisik ala militer, wawasan kebangsaan, organisasi, hingga motivasi belajar di perguruan tinggi.

"Adik-adik harus mampu mengatur diri sendiri, disiplin, serta menuntun cita-cita yang lebih tinggi. Demi membela bangsa, dan tanah air," kata Heri.

Meski demikian, Heri menyebut jika diklat selama lima hari belumlah cukup. Kehadirannya diperuntukkan sebagai pelebut bagi calon mahasiswa untuk menjadi generasi yang tangguh.

Penutupan Diklat Bela Negara bagi calon mahasiswa Papua di Mako Rindam Hasanuddin, Jl Poros Malino, Kabupaten Gowa.
Penutupan Diklat Bela Negara bagi calon mahasiswa Papua di Mako Rindam Hasanuddin, Jl Poros Malino, Kabupaten Gowa. (Ari Maryadi/tribun Timur)

"Satu Minggu itu belum cukup, Anda harus terus belajar bela negara setiap hari. Menjadi generasi muda yang tangguh," imbuh Heri.

Usai diklat bela negara, 640 calon mahasiswa ini nantinya akan disebar ke berbagai perguruan tinggi pilihannya se-Indonesia.

"Kalian adalah calon pemimpin yang kuat bagi bangsa. Kalian harus hidup mandiri, tangguh, dan disiplin," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved