Selamat Jalan Punggawa

Nurdin Halid: IYL Sahabat Sang Mitra Politik Sejati

Nurdin Halid, menulis sebuah catatan tentang almarhum Bupati Gowa periode 2005-2015, Ichsan Yasin Limpo atau IYL (58).

Nurdin Halid: IYL Sahabat Sang Mitra Politik Sejati
Wahyu/Tribun Timur
Nurdin Halid saat ditemui usai prosesi wisuda UNM bulan Maret, di Pelataran Gedung Phinisi UNM, Jl A P Pettarani, Kota Makassar, Rabu (27/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, AM Nurdin Halid, menulis sebuah catatan tentang almarhum Bupati Gowa periode 2005-2015, Ichsan Yasin Limpo atau IYL (58).

NH menilai IYL sahabat sang mitra politik sejati. Berikut memori tulisan Nurdin Halid yang dikirim ke Tribun, Rabu (31/7/2019).

"Ketika tengah menjalani perawatan di Singapura, saya sempatkan waktu menjenguk Pak Ichsan. Berdua kami berbincang singkat dan saling memberi motivasi. Berulangkali ia menyampaikan maaf jika selama ini memiliki salah dan khilaf.

Baca: Pelajar di Gowa Berdiri di Pinggir Jalan Sambut Jenazah IYL

Baca: Jalan Haji Bau Tertutup, Ribuan Masyarakat Sulsel Melayat Jenazah IYL

Baca: FOTO: Jenazah IYL Tiba di Rumah Ibundanya Jalan Haji Bau Makassar

Sementara saya lebih banyak memberikan semangat agar ia lebih kuat menghadapi ujian sang maha pencipta. Semua cobaan hidup ada hikmahnya. Saya meminta agar ia banyak berzikir. Lalu ia balik bertanya, apa lafal zikir yang terbaik.

Masih kuat melekat di alam fikiran saya hingga kini, pesan terakhir yang disampaikan pada saya sebelum pamit pulang. “Pak Nurdin teruskan perjuangan!”.

Ketua DPD Partai Golkar Sulsel AM Nurdin Halid menjenguk Bupati Gowa periode 2005-2015, Dr Ichsan Yasin Limpo (IYL) di Singapura. Bersama istrinya Andi Nurbani, NH bertolak ke Singapura, Selasa (27/2/019) kemarin.
Ketua DPD Partai Golkar Sulsel AM Nurdin Halid menjenguk Bupati Gowa periode 2005-2015, Dr Ichsan Yasin Limpo (IYL) di Singapura. Bersama istrinya Andi Nurbani, NH bertolak ke Singapura, Selasa (27/2/019) kemarin. (Nurdin Halid)

Saya menjawab, “Pak Ichsan harus kuat, agar cepat pulih untuk sama-sama kita teruskan perjuangan”. Ia menjawabnya dengasn yaqin, “Insya Allah semoga saya masih kuat”.

Dari sisi ini tersimpan kesan yang kuat, betapa ia sangat peduli dengan kemajuan pembangunan Sulsel. Meski ia menjawab seperti itu dengan nada sedikit pilu akibat kondisi kesehatannya yang makin menurun, tapi berulangkali saya membalasnya untuk memberi semangat.

Bahwa atas karunia Allah SWT, para dokter ahli yang sudah berpengalaman di rumah sakit Mounth Elisabeth ini, Insya Allah, kesehatan Pak Ichsan segera pulih. Dan secepatnya akan kembali lagi ke Makassar, berkarya untuk kemajuan masyarakat Sulsel.

Namun ternyata takdir Tuhan berkata lain, Pak Ichsan Yasin Limpo lebih disayangi Allah SWT, ia telah menghembuskan nafas terakhirnya, menuju ke alam keabadaian.

Dan saya yaqin, pastilah banyak orang yang merasa kehilangan atas kepergiannya. Salah satu diantara ratusan, bahkan ribuan orang yang merasakan kehilangan dirinya itu, tak lain adalah saya.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved