Gegara Diejek Bujang dan Tak Jantan, Asri Anwar Sudah 3 Tahun Hamili Adiknya hingga Lahirkan 2 Anak

Gegara selalu diejek bujang dan tak jantan, Asri Anwar sudah 3 tahun hamili adiknya dan lahirkan 2 anak.

Gegara Diejek Bujang dan Tak Jantan, Asri Anwar Sudah 3 Tahun Hamili Adiknya hingga Lahirkan 2 Anak
SURYA
Ilustrasi pelaku inses. 

Keduanya terlibat hubungan cinta terlarang sejak 2016 hingga BI melahirkan 2 anak dan kini hamil anak ketiga.

Kasus ini berawal dari AA yang bekerja sebagai buruh bangunan kerap diejek tidak jantan oleh teman serta tetangga rumahnya.

Demikian dikatakan Kepala Sub Bidang, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Luwu, Nursamsi.

"Kakak (AA) kerap dipertontonkan film dewasa oleh teman kerjanya, tapi tidak 'tegang' sehingga ia kerap diejek tidak jantan di lingkungan dan teman kerjanya," ujar Nursamsi, Senin (29/7/2019).

Nursamsi juga menceritakan awal cinta terlarang saat BI curhat ke AA tentang rumah tangganya.

"Hubungan mereka berawal dari si adik (BI) curhat ke kakaknya (AA) karena suami adiknya kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya.

AA merasa kasihan terhadap kondisi adiknya sehingga timbul hasrat melakukan hubungan pada anaknya.

"Pada saat itu, AA melihat adiknya menangis karena dipukuli oleh suaminya. BI curhat ke kakak. AA peluk adiknya dan di situlah terjadi kejadian pertama pada saat malam hari," jelasnya.

5. Pandangan hukum kasus AA dan BI

Menurut Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar kasus pernikahan sedarah antara AA dan BI pelanggaran perdata, bukan pidana.

Hal itu, menurut Abdul, Undang-undang yang mengatur mengenai hubungan sedarah adalah Pasal 8 UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Dalam pasal itu terdapat 6 kategori perkawinan yang dilarang berdasarkan hubungan darah.

Abdul mengatakan, pelanggaran akan pasal ini masuk dalam ranah hukum perdata. Jika melanggar, pernikahan pelaku harus dibatalkan demi hukum. Namun dalam kasus ini AA dan BI tak terikat dalam perkawinan yang sah. “Alhasil keduanya tak bisa dijerat dengan pasal ini,” ujar Abdul, Senin (29/7/2019).(kompas.com/tribun-timur.com)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved