Diduga Tak Terima Dituduh Mencuri, Pemuda Pasangkayu Ini Nekat Habisi Nyawa Orang

Seorang pemuda Desa Kulu, Pasangkayu diringkus usai melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korbannya Juprianto (52) meninggal

Diduga Tak Terima Dituduh Mencuri, Pemuda Pasangkayu Ini Nekat Habisi Nyawa Orang
Humas Polres Matra
Polres Mamuju Utara (Pasangkayu) merilis penangkapan pelaku penikaman usai dilakukan pengejara hingga ke Donggala. (Humas Polres Matra) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Seorang pemuda Desa Kulu, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulbarbernama Taslim (22) harus berurusan dengan aparat hukum.

Taslim diringkus oleh aparat kepolisian, usai melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korbannya bernama Juprianto (52) meregang nyawa pada Sabtu 27 Juli lalu.

Pelaku diringkus setelah terbit laporan polisi (LP) nomor, LP/40/VII/2019/Sek Baras, Tanggal 28 Juli 2019.

Baca: Catut Nama Kapolsek, 2 Passobis Sidrap Gasak Duit Kades Pasangkayu Rp 40 Juta

Baca: Kecelakaan Tunggal di Pasangkayu, Ibu dan Anak Tewas di Tempat

Baca: Pemkab Pasangkayu Godok Ranperda Kota Layak Anak, Ini Tujuannya

Berdasarkan kronologi yang dihimpun Tribun-Timur.com, penganiayaan bermula saat korban pulang dari wilayah Pedanda, Kecamatan Tikke, sekitar Pukul 16.00 Wita, kemudian singga melihat kebun kelapa sawit miliknya di Desa Kulu, Kecamatan Lariang.

Saat itulah, pelaku dan korban terlibat cekcok atau adu mulut, hingga palaku dan korban saling kejar di area kebun hingga terjadi penikaman.

Kapolsek Baras, AKP Rigan Hadi Nagara menduga, penganiayaan itu ditengarai karena pelaku tak terima ditudur oleh korban sebagai pencuri buah sawit, sehungga nekad menghabisi nyawa korban.

Saksi mata Cristian Desi (48) mengatakan, Ia mendengar suara minta tolong karena tertikam, saat saksi mata melihat korban, korban langsung menyerahkan kunci motornya dan mengikat perutnya yang sudah luka terkena tusukan kemudian lari ke arah timur, Desa Lilimori, Kecamatan Tikke.

"Tapi korban justru lari masuk ke dalam kebun, meninggalkan saksi mata,"kata AKP Rigan dalam keterangannya via whatsapp.

Dikatakan, mayat korban ditemukan di blok Q kebun sawit Desa Parabu, Kecamatan Lariang, pada Minggu 28 Juli sekitar Puku 15.00 Wita.

"Pelaku juga sempat melarikan diri, unit Jatanras melakukan penangkapan terhadap pelaku di Desa Tabiora, Kecamatam Rio Pakava, Donggala, Sulawesi Tengah,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved