Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DAFTAR Nama-nama Calon Menteri dari Partai Gerindra di Kabinet Jokowi, Sahabat Prabowo & Sandi Masuk

Keadaan politik Indonesia setelah Pilpres 2019 kini sekamin adem ayem. Setelah sebelumnya Capres Cawapres 2 kubu memanas hingga terlibat gugatan Mah

Editor: Rasni
Tribunnews.com
DAFTAR Nama-nama Calon Menteri dari Partai Gerindra di Kabinet Jokowi, Sahabat Prabowo & Sandi Masuk 

DAFTAR Nama-nama Calon Menteri dari Partai Gerindra di Kabinet Jokowi, Sahabat Prabowo & Sandi Masuk

TRIBUN-TIMUR.COM - Keadaan Politik Indonesia setelah Pilpres 2019 kini sekamin adem ayem. 

Setelah sebelumnya Capres Cawapres 2 kubu memanas hingga terlibat gugatan Mahkamah Konstitusi ( MK), kini dua kubu tersebut akan menyatuk di kabinet kerja Jokowi-Maruf. 

Disebut Gerindra akan bergabung ke kualisi tim lawan sebelumnya.

Hal tersebut berhembus setelah Ketua Umum Partai Gerindra dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pekan lalu

Berujung pada spekulasi Gerindra akan bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan.

Meski bukan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 namun Gerindra diprediksi masuk koalisi pemerintahan Jokowi dan mendapatkan jatah kursi menteri di kabinet.

Bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menyampaikan, Gerindra siap untuk membantu pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca: Kelakuan Nikita Mirzani Saat Jenguk Nunung Jadi Sorotan, Istri July Jan Sambiran Tak Malu Minta Ini

Baca: Pemda Dinilai Tidak Tegas Soal Mahal dan Langkanya LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo

Baca: Kontes Waria Mulai Dapat Perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Wajo

 

"Secara prinsip ya kita kalau pun memang, kan sudah juga disampaikan ke Pak Jokowi, kalau memang kita dibutuhkan ya kita siap, tetapi kalau tidak, ya kita di luar (di luar pemerintah) juga enggak ada masalah," kata Edhy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2019) lalu.

Edhy mengatakan, partai-partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf tak perlu khawatir kehilangan jabatan di kabinet kerja jilid II.

Sebab, bagi Gerindra, membantu pemerintahan Jokowi tidak harus dengan bagi-bagi jabatan.

"Jangan sampai khawatir dengan adanya kita (Gerindra), kemudian seolah-olah kita akan mengambil jabatan siapa dan sebagainya di pemerintahan. Buat kita membangun negeri tidak harus dengan jabatan," ujar dia.

Mega lebih enjoy Gerindra

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research Center (SMRC), Djayadi Hanan mengatakan pertemuan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi pertanda Gerindra serius untuk masuk menjadi bagian dari koalisi Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Apalagi kata dia, jika benar-benar Gerindra ingin memperoleh kursi Ketua MPR RI.

"Gerindra memang perlu masuk ke koalisi Jokowi jika ingin menjadi ketua MPR. Karena tanpa bergabung ke kubu Jokowi, penentuan pimpinan MPR akan ditentukan melalui paket."

Baca: RAMALAN ZODIAK Kamis 1 Agustus 2019 Besok, Scorpio Emosi, Aries bak Raja & Cancer Minder

Baca: Perjalanan Karier Kadishub Toraja, Dari Jurnalis Hingga Wakili Pemerintah Indonesia ke Australia

Baca: LINK Pengumuman Seleksi Masuk Universitas Indonesia, Bisa Diakses Mulai Pukul 14.00 WIB, Cek di Sini

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kunjunganKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pertemuan berlangsung di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2019).
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kunjunganKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pertemuan berlangsung di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2019). (@pramonoanungw)

"Itu berarti koalisi Jokowi akan satu paket tanpa Gerindra," jelas pengamat politik dari Universitas Paramadina ini pekan lalu.

Selain itu kemungkinan dapat tambahan kursi di kabinet tentu lebih menguntungkan bagi Gerindra ke depannya.

Selain itu dia melihat, pertemuan Megawati dengan Prabowo menunjukkan bahwa PDI Perjuangan memberikan sinyal kuat akan menerima bila Gerindra bergabung di koalisi Jokowi.

"Saat yang sama, PDI Perjuangan atau Megawati tampaknya menunjukkan sikap bahwa Gerindra dianggap lebih diprioritaskan dibanding PAN dan Demokrat untuk bergabung," jelas Djayadi Hanan.

Baca: Final Liga Indonesia PSM vs Persija, Polrestabes Makassar Terapkan Pengamanan Tiga Ring

Baca: 242 JCH Luwu Utara Sedang Menuju Asrama Haji Sudiang Makassar Hari Ini

Baca: Rey Utami Istri Pablo Benua Nangis Bertemu Anaknya, Ranny Kaka Fairuz: Buat Vlog Tak Pikirkan Anak

Dia memperkirakan, alasannya Gerindra lebih dinilai PDI Perjuangan konsisten sikapnya dibandingkan PAN.

"Sementara dengan Demokrat, PDI Perjuangan mungkin segan untuk memberikan panggung bagi AHY kalau bergabung dengan Jokowi," ucap Djayadi Hanan.

Dari luar koalisi

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa saja diisi oleh kader di luar partai politik pendukung mereka pada Pilpres 2019.

Sebab, pembentukan kabinet merupakan hak prerogatif Jokowi.

"Bisa tentu berasal dari partai politik yang menjadi pendukung dia. Tapi, bukan tidak mungkin juga bisa beliau mengambil dari luar partai pendukung," ujar Akbar di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (28/7/2019) seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Unhas Loloskan 21 Tim ke Pekan Ilmiah Nasional 2019

Baca: Besok, Pansus Angket DPRD Sulsel Periksa Gubernur Nurdin Abdullah

Menurut Akbar, Jokowi pasti akan memilih menteri sesuai kualifikasi yang sudah ditetapkan, seperti berpengalaman, berintegritas, memiliki kemampuan manajemen, hingga mampu mengeksekusi program-program pemerintah.

Akbar menilai kriteria yang ditetapkan Jokowi sangat tepat.

Lalu, siapa sosok calon menteri dari Gerindra yang berpotensi bisa bergabung dengan pemerintahan Jokowi?

Beberapa hari terakhir beredar nama-nama calon menteri dari Gerindra.

Sejumlah media juga secara terang benderang menyebut calon menteri dari Gerindra.

Lalu siapa saja mereka, berikut ulasan Tribunnews.com yang dihimpun dari berbagai sumber :

Edhy Prabowo

Bagi publik, nama Edhy Prabowo tidak begitu dikenal karena sangat terbatas kemunculannya di media massa.

Namun Edhy Prabowo dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Keduanya sudah bersahabat sejak masih aktif di TNI.

Kepercayaan yang diberikan Prabowo Subianto kepada Edhy tak main-main.

Bahkan, Edhy dipercaya untuk menjadi Presiden Direktur dan menjadi Komisaris di PT. Kiani Lestari Jakarta, perusahaan kertas milik Prabowo Subianto.

Dia juga dipercaya menjadi wakil ketua umum Gerindra bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra(2012- sekarang).

Edhy muncul dalam beberapa pertemuan penting mendampingi Prabowo seperti saat bertemu Jokowi dan Megawati Soekarnoputri.

Sandiaga Uno

Gagal terpilih jadi wakil presiden RI bukan langkah terakhir bagi Sandiaga Uno untuk berkiprah di politik.

Sejak perhelatan Pilpres selesai, nama Sandiaga Uno ramai disebut-sebut akan jadi menteri Jokowi.

Bahkan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku memiliki informasi akurat terkait figur yang bakal jadi menteri Presiden Jokowi di kabinet selanjutnya.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno bersama Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Edhy Prabowo di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Jumat (24/8/2018).
Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno bersama Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Edhy Prabowo di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Jumat (24/8/2018). (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)

Kepada Tribunnews.com, Neta S Pane menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bakal masuk ke dalam kabinet Jokowi berikutnya.

"Saya dapat info A1 soal itu (Sandiaga Uno jadi menteri Jokowi)," kata Neta S Pane beberapa waktu lalu.

Namun dalam beberapa kesempatan Sandiaga Uno tidak terlalu menghiraukan isu-isu tersebut.

Sebelum jadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, Sandiaga dipercaya menjadi salah satu wakil ketua umum Gerindra.

Ahmad Muzani

Ahmad Muzani (usia 51 tahun) saat ini menjabat Sekjen Partai Gerindra.

Mantan wartawan yang juga pengusaha ini dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Prabowo Subianto.

Sebelum bergabung Gerindra, Muzani pernah berkiprah di Partai Bintang Reformasi (PBR) sebagai wakil sekjen.

Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra
Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra (Kompas.com)

Dipercaya Prabowo menjadi manajer perkebunan kelapa sawit, tak lama kemudian dia gabung Gerindra.

Dua kali Muzani terpilih jadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung.

Dia juga dipercaya sebagai wakil ketua MPR RI utusan Gerindradan sejumlah jabatan strategis di parlemen.

Hashim Djojohadikusumo

Hashim Sujono Djojohadikusumo merupakan wakil ketua Dewan Pembina Gerindra.

Adik dari Prabowo Subianto ini dikenal juga seorang pengusaha, pemilik perusahaan Arsari Group yang bergerak dalam bidang pertambangan, program bio-ethanol, perkebunan karet dan lain-lainnya.

Hashim Soemitro Djojohadikusumo
Hashim Soemitro Djojohadikusumo (Twitter)

Selama Pilpres 2019, Hashim berada di belakang layar untuk membantu pemenangan Prabowo Subianto.

Meskipun jarang muncul di publik namun Hashim dikenal sangat aktif membantu Prabowo dI Pilpres 2019 sebagai direktur komunikasi dan media BPN Prabowo.

Klarifikasi Partai Gerindra

Dikonfirmasi terpisah, Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan partainya tidak mengajukan nama-nama calon menteri ke presiden terpilih 2019 Joko Widodo.

"Soal jabatan menteri itu sepenuhnya hak prerogatif presiden," ujar Andre ketika dikonfirmasi, Selasa (30/7/2019).

Menurut dia, sejauh ini Gerindra belum menentukan sikap soal koalisi.

Baca: Final Piala Indoensia PSM vs Persija, PSSI: Penonton Dilarang Bawa Spanduk dan Tongkat

Baca: Turut Berbelasungkawa, Begini Sosok IYL di Mata Ketua DPRD Wajo

Baca: Ngakunya Tak Punya Hubungan, Mantan Istri Enji Sering Telepon & Chat Ivan Gunawan Kalau Susah Tidur

"Pak Prabowo sejauh ini belum ada pernyataan sikap terkait hal tersebut," ujar Andre.

Meskipun dia mengakui bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto merupakan sahabat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi.

"Beliau bersahabat sudah sejak dulu," katanya.

Lalu bagaimana jika kader Gerindra ditawarkan masuk kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf?

"Pak Prabowo sejak awal akan menawarkan konsep kerakyatan. Konsep kedaulatan energi dan pangan. Itu komitmen beliau sejak dulu," kata Andre. 

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

1

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.comdengan judul BERITA POPULER: Daftar Nama yang Disebut-sebut Jadi Calon Menteri Jokowi dari Gerindra,

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved