In Memoriam Ichsan Yasin Limpo

Selamat Jalan Ichsan Yasin Limpo Sang Pejuang Pendidikan

SELASA pagi, 30 Juli 2019, media sosial mendadak diramaikan dengan berita Dr H Ichsan Yasin Limpo SH MH. Tokoh penting asal Sulawesi Selatan

Selamat Jalan Ichsan Yasin Limpo Sang Pejuang Pendidikan
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Foto Ichsan Yasin Limpo dipajang di rumah duka, Jl Haji Bau, nomor 32, Makassar, Sulsel. Sejumlah kerabat tampak memadati kediaman orangtua almarhum, Selasa (30/7/2019). 

M Kiblat Said

Jurnalis senior 

SELASA pagi, 30 Juli 2019, media sosial mendadak diramaikan dengan berita Dr H Ichsan Yasin Limpo SH MH.

Tokoh penting asal Sulawesi Selatan ( Sulsel ) itu meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Juntendo, Tokyo, Jepang.

Sebelumnya, Ichsan Yasin Limpo ( IYL ) dirawat selama beberapa pekan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura atas penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Ia didampingi istrinya Novita Madonza Ichsan serta putra-putrinya, termasuk putra keduanya yang menjabat sebagai Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

IYL adalah salah satu tokoh politik Sulsel yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan, kader Partai Golkar itu pelopor pendidikan gratis di Gowa dan Sulsel secara umum, menjadi Bupati Gowa dua periode dan dikenal tegas menantang diberlakukannya Ujian Nasional (UN) dalam dunia pendidikan  di negeri ini, sejak 2007.

Baca: Ichsan Yasin Limpo Meninggal Dunia Selang 10 Tahun dengan HM Yasin Limpo Ayahnya, Hari yang Sama

Kondisi pendidikan dalam negeri semakin memprihatinkan, hal tersebut menurut mantan Bupati Gowa periode 2005-2010 dan 2010-2015, itu didasarkan hasil survei United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) terhadap kualitas pendidikan negara-negara berkembang di Asia Pasific, Indonesia terpuruk, menempati peringkat 10 dari 14 negara.

Sedangkan untuk kualitas guru berada pada level 14 dari 14 negara berkembang, bahkan dibawah Vietnam yang baru merdeka, membuktikan negara salah urus meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah satu faktor penyebabnya karena guru masih lemah dalam menggali potensi anak, pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved