Dugaan Korupsi Brosur Diskominfo Makassar Masih Lanjut

"Kasusnya dilapor tahun kemarin (2018), tapi belum naik ke tahap penyidikan," kata AKBP Indratmoko saat ditemui tribun di Mapolrestabes, Selasa (30/7/

Dugaan Korupsi Brosur Diskominfo Makassar Masih Lanjut
darul/tribun-timur.com
Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko saat ditemui di ruangan Satreskrim Polrestabes 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Reskrim Polrestabes Makassar, masih selidiki dugaan korupsi pengadaan brosur di lingkup Diskominfo Makassar.

Kata Kasatreskrim AKBP Indratmoko, tim penyidik masih menyelidiki dugaan korupsi pengadaan brosur atau boster terpadu di Dinas Kominfo Makassar, anggaran 2017.

"Kasusnya dilapor tahun kemarin (2018), tapi belum naik ke tahap penyidikan," kata AKBP Indratmoko saat ditemui tribun di Mapolrestabes, Selasa (30/7/2019) sore.

Temui Nurdin Abdullah, Dubes Jepang Pertegas Empat Kerjasama dengan Sulsel

Hotman Paris Buka Lowongan Pengacara, Cara Daftar & Syaratnya, Barbie Kumalasari Akan Daftar?

Berkat Bursa Inovasi Desa, 12 Kades di Mamuju Terima Penghargaan dari Bupati

Padahal, kasus tersebut telah dilaporkan masyarakat pada pertengahan tahun 2018 lalu. Karena pengadaan proyek 2017, dan berakhir akhir 2017, tapi 2018 terus lanjut.

Pasalnya, untuk pengadaan brosur atau boster terpadu di lingkup Diskominfo ini, memakan anggaran negara kurang lebih Rp 1,7 Milyar yang disebutkan penyidik.

Lanjut Indratmoko, kasus tersebut belum naik ke tahap penyidikan karena pihaknya masih tunggu audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Ini kasus tahun kemarin, belum naik pada tahap penyidikan karena katanya ini masih audit investigasi sama pihak BKPP, belum ada hasil investigasinya," ujar Indratmoko.

Sejauh ini, tim penyidik Satreskrim sudah melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan BPKP untuk audit investigasi, itu untuk dilakukan proses gelar perkara.

Temui Nurdin Abdullah, Dubes Jepang Pertegas Empat Kerjasama dengan Sulsel

Hotman Paris Buka Lowongan Pengacara, Cara Daftar & Syaratnya, Barbie Kumalasari Akan Daftar?

Berkat Bursa Inovasi Desa, 12 Kades di Mamuju Terima Penghargaan dari Bupati

Disamping berkoordinasi dengan pihak BPKP Sulsel, tim penyidik Satreskrim juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi-saksi dalam kasus ini.

AKBP Indratmoko menyebutkan, semua orang yang terkait dalam kasus ini sudah diperiksa. Diantaranya Pejabat Pelaksana Teknis Kagiatan (PPTK) dan Bendahara.
"Termaksud juga PPK (pejabat pembuat komitmen), kontraktor, pokja termaksud juga kepala dinas Kominfo itu sudah kami periksa mereka," tambah Indratmoko.

Menurut penyidik Satreskrim, modus dari dugaan kasus ini adalah, lakukan proyek pengadaan 2017, tapi barang tersebut baru ada maret 2018, diduga ada Mark Up. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved